<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439</id><updated>2012-01-27T19:50:18.437+07:00</updated><title type='text'>.:: Ahlan wa Sahlan ::.</title><subtitle type='html'>Bismika Ya Allah, Dengan senantiasa menyemut asma-Mu ya Rabbi, saya mulai merintis blog ini. Bashiroh dari-Mu jualah yang menggerakkan tangan ini untuk sekedar menulis, berbagi kasih kepada saudaraku se-Iman</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-4601663815576840854</id><published>2011-10-14T09:45:00.001+07:00</published><updated>2011-10-14T09:45:49.295+07:00</updated><title type='text'>Khalid bin Walid, Pedang Allah yang Terhunus</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Khalid bin Walid&lt;/strong&gt; (584 –  642) adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di  medan perang serta dijuluki sebagai “pedang Allah yang terhunus”. Dia  adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak  terkalahkan sepanjang karirnya. &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun  sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu  cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah.  Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi  dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada  hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa  kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat  mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar  dapat diluruskan kembali dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima  perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada  saat Pertempuran Uhud, Khalidlah yang melihat celah kelemahan pasukan  Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang  dan turun dari Bukit Uhud dan menghajar pasukan Muslim pada saat itu.  Tetapi setelah perang itulah Khalid mulai masuk Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah  salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang  Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang  sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup  Ka’bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi  semua orang yang datang berkumpul di Mina.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka’bah  tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua  itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana  begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak,  “O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati,  agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang  kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan  dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang  akan mengikutinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa  Al Qur-’an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan  secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari  keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ucapan yang terus terang ini memberikan  harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian  dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri  sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan  kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini  menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang  sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan  Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas  penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang  senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan  senjata bagi prajurit-prajurit.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang  bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan  maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu  Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan  itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kita tidak banyak mengetahui mengenai  Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti,  ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang  membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat  Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar  berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang  tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid  mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan  dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin  besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya  adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan  dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat,  seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah  agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu  tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan  seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan  pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal  memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan  latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar  biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pandangan yang ditunjukkannya mengenai  taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat  melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah  kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut  tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi  pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang  memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan  penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi  kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy  sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata  untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan  sebelum tumbuh berurat ber-berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang  berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran  terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajardan seirama dengan  kehendak alam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sejak kecil pemuda Khalid bertekad  menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam  pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan  bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala  pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai  pekelahi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kekalahan kaum Quraisy didalam perang  Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas  hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai  suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng  dimuka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi  mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka  membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi  di Badar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid  pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin  membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya  bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam  dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit  Uhud.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sungguhpun kedudukan pertahanan baik,  masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah  genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam.  Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah  terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian.  Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos  masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Khalid bin Walid memimpin sayap kanan  tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam.  Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahant-kekalahan yang telah  mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil  menghadapi keberanian orang-orang Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sungguh pun begitu pasukan-pasukan  Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang  Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk  mempertahankan tanah yang mereka injak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kekuatannya menjadi terpecah-pecah.  Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud.  Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin  Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan  kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan  yang menentukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai,  pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan  Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat  orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar  pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu  kelapangan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pertahanan tanah genting menjadi kosong.  Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu  ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih  tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan  Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari  belakang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dengan kecepatan yang tak ada taranya  Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat  pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting,  orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan  mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara  beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap  penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Khalid bin Walid telah merobah kemenangan  orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang  Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid  sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya  menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan  pertahanan orang Islam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat  mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik  kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur  lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan  Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam  Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang  yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah  dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid  bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil  gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid  di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat  badannya, namun ternyata kematianya diatas ranjang. Betapa menyesalnya  Khalid harapan untuk mati sahid dimedan perang ternyata tidak tercapai  dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan  membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia  berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan  kemauan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid  diamanahkan unruk memperluas wilayah Islam dan membuat kalang kabut  pasukan Romawi dan Persia. Pada tahun 636, pasukan Arab yang dipimpin  Khalid berhasil menguasai Suriah dan Palestina dalam Pertempuran Yarmuk,  menandai dimulainya penyebaran Islam yang cepat di luar Arab.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pada masa pemerintahan Usman bin Affan,  Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk  menjadi duta besar. Hal ini dilakukan oleh Usman agar Khalid tidak  terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"&gt;(Sumber : Sunatullah.com)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-4601663815576840854?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/4601663815576840854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=4601663815576840854&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/4601663815576840854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/4601663815576840854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2011/10/khalid-bin-walid-pedang-allah-yang.html' title='Khalid bin Walid, Pedang Allah yang Terhunus'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-8626259901786802886</id><published>2011-10-13T16:38:00.001+07:00</published><updated>2011-10-13T16:38:58.318+07:00</updated><title type='text'>Procrastination Nite</title><content type='html'>sumber : http://suar.okezone.com/read/2011/10/13/58/514567/procrastination-nite&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang ingin tahu mengapa semakin banyak orang dari bangsa ini  yang senang menunda-nunda pekerjaan. Jalan-jalan berlubang di kampung  tempat tinggal saya, misalnya, kalau belum menjadi kubangan dalam belum  ada perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun diperbaiki, kami semua harus menunggu  sampai akhir tahun. Alhamdulillah, akhirnya Oktober ini lubang-lubang  dalam itu sudah rata. Di Ambon, beberapa hari lalu seorang bapak  menangis bercampur marah karena petugas PLN terlambat datang mengurus  jaringan listrik yang bocor. Seorang anak kecil menjadi korban,  tersetrum listrik dari air di bak mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Medan, puluhan  ibu-ibu mengamuk kepada petugas sebuah airlines di bandara, yang  terkesan menggampangkan dan tidak cepat menangani keluarga mereka yang  menumpang pesawat yang jatuh di lereng Pegunungan Bahorok. Media massa  memberitakan, kalau cepat ditangani, kemungkinan besar beberapa korban  masih hidup. Akhirnya keberangan publik semakin jelas menyaksikan  lambatnya penyerapan APBN di hampir semua kementerian Republik  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejabat di Kementerian Keuangan pernah  mengatakan, hingga akhir Februari lalu, anggaran pada 10 kementerian  baru bisa menyerap 5%. Ini berarti mereka tidak langsung bekerja begitu  DIPA diterima bulan Januari. Akibatnya, wajar kalau hingga Oktober tahun  ini daya serap anggaran masih berkisar 50%. Ada yang bilang sudah  sebesar 70%, tetapi banyak orang yang meragukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,  syukurlah, Anda hidup di Negeri Sangkuriang. Bahkan gedung-gedung  olahraga yang sudah lama dianggarkan untuk pergelaran kompetisi SEA  Games yang mencemaskan banyak pihak diramalkan akan jadi juga pada  detik-detik terakhir. Selain Negeri Sangkuriang, Indonesia juga dikenal  dengan tradisi ketok magic. Jangan tanya bagaimana caranya, pokoknya  percaya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua akan beres, selesai pada waktunya. Namun  jangan tanya kualitasnya, apalagi check &amp;amp; balancenya. Sudah hampir  pasti kerja seperti itu banyak masalahnya. Sepertinya ada masalah besar  dalam business process di negeri ini, tetapi entah mengapa, walaupun  sudah diperbaiki, tetap saja banyak masalahnya. Kalau prosesnya tidak  tepat, apa yang bisa diharapkan pada hasilnya? Good process–great  result! Nah kalau prosesnya saja sembarangan, bagaimana output-nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prokrastinasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  hal serupa terjadi berulang-ulang, sudah pasti pemerintah tahu apa yang  menyebabkannya. Dulu, anggaran pemerintah baru bisa cair setelah bulan  Juni. Perlahan-lahan diperbaiki menjadi bulan Maret dan sekarang sudah  bisa dicairkan sejak awal tahun. Tapi masalahnya, mengapa bagian  terbesar anggaran ini tetap dihabiskan setelah September? Bukankah ini  berarti ”pikiran” aparat birokrasi belum berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mental  yang sering menunda-nunda itu dalam ilmu perilaku dikenal sebagai  procrastinator (prokrastinator). Seseorang yang melakukan  procrastination (prokrastinasi) punya tendensi mengganti  pekerjaan-pekerjaan high priority dengan pekerjaan-pekerjaan low  priority. Orang-orang seperti ini biasanya pencemas yang senang  menunda-nunda pekerjaan. Prokrastinator mengatakan mereka bisa bekerja  bagus dalam suasana di bawah tekanan (under pressure).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dalam  birokrasi yang lembek dan lamban, mereka mendapatkan pembenaran. Tapi  jangan cepat-cepat percaya bahwa kerja seperti itu bagus. Ada ilmu yang  mengatakan sebenarnya prokrastinasi adalah bawaan lahir (human nature)  sehingga kalau tidak dibentuk, semua manusia akan menunda-nunda  pekerjaannya. A sense of timelessness ada dalam masyarakat suku-suku  tertentu, bahkan berlaku sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang-orang  Barat memberi label prokrastinasi kepada orang-orang Afrika sebagai  African Time. Di Benua Afrika kebiasaan buruk tidak menepati waktu  antara lain dibentuk oleh orientasi waktu polikronik, yaitu kebiasaan  mengerjakan banyak hal sekaligus. Adapun di Barat, orang-orang terbiasa  menganut budaya monokronik, satu program sampai tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas  dari mana sumber etika ketepatan waktu? Para ahli percaya, etika  ketepatan waktu berasal dari seorang ulama Yahudi bernama Hilec (100  BCE) yang mengajukan pertanyaan seperti ini: ”Jika saya bukan untuk diri  saya, siapa yang akan melakukannya bagi saya? Tapi jika saya hanya  untuk diri saya saja, siapakah saya? Dan bila tidak sekarang, kapan?”  Prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan, tidak taat pada waktu,  dianggap sebagai perilaku yang tidak etis, selfish, dan merugikan orang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Barat, berlaku pepatah, ”If not now, when?” Kalau bukan  sekarang, kapan? Pepatah ini membuat banyak pendidikan kepemimpinan  mengarahkan calon-calon pemimpin untuk tidak menunda-nunda masalah.  Masalah harus cepat didiskusikan, direncanakan, dan diatasi. Dalam ilmu  manajemen dikenal istilah time management yang marak diberikan dalam  berbagai workshop di sekitar era 1980-an. Bukan hanya sikap mental yang  mereka bentuk, melainkan juga alat-alat pencatat (agenda kerja) banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen  Covey bahkan membagi orientasi waktu manusia ke dalam empat kategori.  Generasi pertama adalah manusia dengan alat bantu waktu (jam) yang  berfungsi memberi peringatan (alarm atau wake up call). Generasi kedua  adalah time management dengan perencanaan dan kalender. Pada generasi  ketiga, dimasukkan unsur perilaku seperti bekerja dengan prioritas,  menjabarkan prinsip-prinsip pareto (bahwa 80% hasil yang didapat  ternyata banyak diperoleh dari 20% pekerjaan yang penting), dan  mengedepankan tata nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun orientasi waktu generasi keempat  sudah dikaitkan dengan tata kelola dengan menggunakan berbagai peralatan  teknologi. Waktu berjalan, para ahli telah menunjukkan bahwa  bangsa-bangsa yang unggul bukanlah bangsa yang mengorbankan waktu dan  bekerja tanpa memikirkan prioritas. Semakin sering suatu bangsa  mengabaikan timeline, seperti yang Anda lihat, semakin fragile (mudah  rusak, berisiko gagal) bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Punctuality Nite&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  Afrika, kebiasaan menunda-nunda waktu dirasakan banyak pebisnis sebagai  penyakit menular yang sama bahayanya dengan HIV-AIDS. Maka pada Oktober  empat tahun yang silam para pebisnis di Republik Pantai Gading bekerja  sama dengan pemerintah menyelenggarakan pesta budaya untuk memerangi  budaya jam Afrika. Mereka menggelar kompetisi ketepatan waktu berhadiah  sebuah vila seharga Rp1 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Reuters, kompetisi itu  dilakukan untuk membangun kesadaran tentang besarnya kerugian yang  dialami bangsa dari perilaku bekerja tanpa memperkirakan waktu.  Kompetisi itu ditutup dengan malam kesenian disebut punctuality night  (malam ketepatan waktu) dengan subtema: African time is killing  Africa–let’s fight it! Saya berpikir, pemerintah yang baik tidak hanya  peduli membangun bangsanya dengan hanya membangun infrastruktur fisik  berupa jalan tol, pelabuhan, bendungan, dan gedung-gedung bertingkat  saja. Pemerintah yang hebat perlu membangun budaya, yaitu budaya respek.  Ini adalah budaya yang hampir hilang dari kehidupan sehari-hari.  Orang-orang yang menghargai waktu adalah orang-orang yang memiliki  budaya respek.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;RHENALD KASALI&lt;br /&gt;Ketua Program MM UI&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-8626259901786802886?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/8626259901786802886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=8626259901786802886&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/8626259901786802886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/8626259901786802886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2011/10/procrastination-nite.html' title='Procrastination Nite'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-2460199577971788461</id><published>2009-02-28T17:18:00.001+07:00</published><updated>2009-02-28T17:18:40.351+07:00</updated><title type='text'>21 MALAM di GAZA</title><content type='html'>&lt;!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.0 Transitional//EN"&gt; &lt;HTML&gt;&lt;HEAD&gt; &lt;META http-equiv=Content-Type content="text/html; charset=iso-8859-1"&gt; &lt;META content="MSHTML 6.00.2900.2523" name=GENERATOR&gt; &lt;STYLE&gt;&lt;/STYLE&gt; &lt;/HEAD&gt; &lt;BODY bgColor=#ffffff&gt; &lt;P class=sjudul&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;&lt;STRONG&gt;Tifatul Sembiring (Presiden  PKS)&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=judul&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;Lelehan darah dan air mata rakyat  Palestina meneriakkan kepiluan, "Waa Islamah". Di manakah saudara-saudara  seiman?. Sedangkan Rasulullah saw. pernah bersabda, "Perumpamaan orang-orang  beriman dalam percintaan dan kasih sayang mereka, bagaikan satu tubuh. Bila ada  satu bagian yang sakit, maka semua tubuh merasakan sakit dan demam, hingga tidak  bisa tidur". &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin,  Saat kaum Yahudi datang merobek-robek rumah kami, Menumpahkan segala jenis  bom-bom dan amunisi Kreasi akhir zaman berteknologi tinggi Kami bertempur  melawan musuh dan dinginnya malam Dengan tangan-tangan kosong, yang hanya  tinggal kepalan. Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Saat kami  berlari-lari di kegelapan. Menghindari desing peluru yang berhamburan, Menyeret  kaki berdarah-darah. Yang sobek tertancap besi yang patah. Di mana engkau wahai  saudaraku kaum muslimin, Saat keluarga kami dicerai-beraikan, Oleh panasnya bom  fosfor yang melelehkan jangat di badan. Saat aku berdiam menggigil di bawah  gundukan Menanti waktu pagi saat gencatan. Di mana engkau wahai saudaraku kaum  muslimin, Ketika kutemui anak-anak kami terserak bergeletakan Dengan tubuh lebam  penuh luka mematikan. Saat jeritanku pecah, tak lagi tertahankan Menatap ketiga  jasad mereka yang kaku dan diam Rasa nyeri hati tak mampu kusabarkan Semalam  penuh mereka meraung-raung kesakitan. Kini Kukecup satu per satu buah hati kami   dengan tatapan mata perpisahan Gaza oh Gaza, dua puluh satu malam. Inna  lillahi wa inna ilaihi raji'un. Tiga minggu penuh serangan brutal Israel  dihujamkan ke wilayah Palestina di jalur Gaza. Pada awalnya serbuan dimulai  dengan pesawat-pesawat canggih F-16 yang memekakkan telinga di jalur Gaza. Jalur  yang sempit itu hanya memiliki lebar rata-rata lima kilometer dengan bagian yang  paling lebar tidak lebih dari dua belas kilometer. Di sebelah Utara dan Timur  berbatasan dengan Israel, di sebelah Barat ada bibir laut Mediterania.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;Di Selatan ada sebuah celah sempitkota  Rafahberbatasan dengan Mesir. Akan tetapi perbatasan ini dijaga oleh dua lapis  pasukan. Lapis pertama oleh tentara Mesir dan lapis ke dua adalah tentara  Israel. Dengan bom-bom cluster yang canggih, senjata terbaru buatan Amerika,  Israel menghancurkan dan membombardir sasaran-sasaran sipil. Mereka tidak peduli  apakah itu mesjid, sekolah-sekolah, rumah-rumah, bahkan tempat-tempat  penampungan pengungsi yang dikelola oleh PBB. Semua mereka hantam dengan membabi  buta. Serangan ini hanya dilawan Hamas dengan senjata-senjata kecil yang  biasanya digunakan dalam perang kota. Tentu saja, terjadi ketidak seimbangan  kekuatan yang sangat mencolok, karena harus melawan berbagai kekuatan senjata  dan alat pembunuh yang canggih keluaran terbaru. Di tengah berlangsungnya  kebiadaban ini, dengan tenang dan penuh diplomasi, George W. BushPresiden  Amerika Serikat saat itu--mengatakan bahwa Israel hanya sedang membela diri  karena ditembak roket-roket Hamas. Tidak puas dengan serangan udara, hari  berikutnya tank-tank Israel merangsek masuk ke wilayah Gaza, menghantam dan  meluluhlantakkan bangunan-bangunan yang ada. Tanpa belas kasihan, seorang wanita  yang mengibarkan bendera putihpun dihajar oleh peluru tank Israel, hingga  tubuhnya hancur berserpihan. Tentara-tentara Yahudi ini memang tak peduli,  apakah sasarannya perawat, dokter, pekerja sosial, atau wartawan sekalipun,  semua dibantai. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;Sementara belasan negara Arab hanya mematung  bingung tanpa protes, tanpa bantuan, dan tanpa pembelaan. Setiap pagi mata kita  berkaca-kaca menyaksikan berita tentang Gaza di televisi. Malam demi malam  korban selalu bertambah. Tidak kurang dari seratus orang rata-rata korban  meninggal setiap hari dan lebih dari lima ratus orang luka berat. Saat gencatan  senjata, setelah Gaza diserang selama tiga pekan, data jumlah korban meninggal  lebih dari 1500 orang dan lebih dari 5000 orang luka berat dengan cacat permanen  atau kelumpuhan dan amputasi anggota badan. Kebiadaban Israel ini memang di luar  perikemanusiaan yang dikenal oleh peradaban. Bangsa yang telah dikutuk Allah  swt. melalui lisan Daud dan Isa 'alaihimassalam ini datang dan merampas  tanah-tanah rakyat Palestina, setelah Inggris menduduki wilayah tersebut paska  Perang Dunia I. Skenario mendatangkan orang-orang Yahudi ke Palestinapun  dimulai. Perlahan namun jumlah mereka setiap waktu meningkat sangat siginifikan.  Lalu pada tahun 1922, PBB menguatkan mandat Palestina di bawah Inggris.  Teror-teror Yahudi atas penduduk Palestina, bahkan kasus pembakaran Masjidil  Aqsha, mendapat perlindungan penuh dari tentara Inggris. Dan atas bantuan PBB,  Inggris, Rusia dan Amerika, maka pada tahun 1948 berdirilah Negara Israel.  Mereka memperluas wilayah pendudukan atas Palestina dan wilayah Arab sekitarnya.  Selanjutnya lebih ekspansi lagi dalam perang tahun 1967. Jadi sekali lagi perlu  ditegaskan dan diingatkan, bahwa status Israel atas Palestina adalah PENJAJAHAN.  Awalnya hanya 5% wilayah Palestina yang diduduki oleh Yahudi. Namun kini lebih  dari 80% tanah Palestina telah dirampas Israel. Kisah terakhir adalah  dipenghujung tahun 2008. setelah Israel sukses memecah belah pemerintahan  Palestina hasil pemilu yang paling demokratis. Pemilu yang dimenangkan oleh  Hamas tersebut dimusuhi, diboikot, termasuk oleh AS dan Negara-negara Eropa.  Kemudian Palestina dibelah, Mahmud Abbas dan Fatah mengklaim Tepi Barat,  sementara Hamas bertahan di Gaza. Lalu disepakati gencatan senjata antara Hamas  dengan Israel, namun Israel memblokade seluruh perbatasan. Tentara-tentara  Yahudi memutus aliran listrik, menyetop pasokan gas dan juga memutus aliran air  bersih ke Gaza. Mereka juga menyetop dan menahan semua bantuan, termasuk makanan  maupun obat-obatan bagi rakyat Palestina. Tampak jelas sekali Israel amat  berambisi membuat 1,5 juta rakyat Palestina yang tinggal di Gaza ini mati  perlahan. Korbanpun mulai berjatuhan. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;Untuk memecah kebuntuan, setelah berakhirnya masa  gencatan senjata, guna menarik perhatian dunia Internasional, maka Hamas  menembakkan beberapa roket kecil ke wilayah Israel yang mengakibatkan kerusakan  berupa lubang-lubang dangkal sebesar piring makan. Inilah yang kemudian direspon  Israel dengan memborbardir habis Gaza selama 21 malam berturut-turut. Lelehan  darah dan air mata rakyat Palestina meneriakkan kepiluan, "Waa Islamah". Di  manakah saudara-saudara seiman?. Sedangkan Rasulullah saw. pernah bersabda,  "Perumpamaan orang-orang beriman dalam percintaan dan kasih sayang mereka,  bagaikan satu tubuh. Bila ada satu bagian yang sakit, maka semua tubuh merasakan  sakit dan demam, hingga tidak bisa tidur". Kita melihat sedikit sekali perhatian  dunia Islam pada saudara-saudara kita di Gaza. Padahal, sumbangan ini walaupun  kecilkatakanlah walau hanya satu dolarakan sangat berarti manakala seluruh  ummat Islam di dunia serempak melakukannya, agar saudara-saudara kita di Gaza  pulih dari penderitaan dan kehancurannya. Solidaritas kita akan mengalirkan  semangat pada rakyat Palestina di Gaza, hingga mereka akan bangkit dan terus  berjuang. Bahkan seorang Michael Heart pun terinspirasi menggubah sebuah lagu  "Sontg for Gaza", unutk melawan kezaliman ini, diantara bait syairnya berbunyi:  "We will not go down in the night without a fight, you can burn up our mosques  and our homes and our schools, but our spirit will never die. We will not go  down in Gaza tonight." Memang kita sendiribangsa Indonesiayang hampir 90%  penduduknya adalah muslim. Peran dan kontribusi kita, sangat diharapkan oleh  Negara-negara Islam lainnya, namun masih sangat sedikit memberi perhatian kepada  rakyat Palestina. Berbagai demonstrasi solidaritas yang dilakukan, memprotes  kebrutalan Israel, masih harus menerima cibiran dan kecurigaan dari beberapa  kalangan. Dan saudaraku, betapa aku jadi malu sendiri, ternyata masih amat  sedikit yang dapat kulakukan. Dan aku lebih tidak peduli lagi, ketika disebut  sebagai tersangka, sebab membela saudara kami dari kejahatan kemanusiaan.  Wallahua'lam bishawwab. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/BODY&gt;&lt;/HTML&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-2460199577971788461?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/2460199577971788461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=2460199577971788461&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/2460199577971788461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/2460199577971788461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2009/02/21-malam-di-gaza.html' title='21 MALAM di GAZA'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-7812229414542523399</id><published>2009-02-26T16:11:00.001+07:00</published><updated>2009-02-26T16:11:29.140+07:00</updated><title type='text'>Politikus dan Diplomat Desak AS-Israel Libatkan Hamas</title><content type='html'>&lt;H1&gt;&lt;FONT face=Tahoma size=2&gt;Anton Suhartono - Okezone &lt;/FONT&gt;&lt;/H1&gt; &lt;DIV id=content&gt;&lt;!-- SIZER CLOSED --&gt;&lt;!-- CONTENT --&gt;&lt;!-- skyscraper banner --&gt; &lt;DIV class=sky&gt; &lt;SCRIPT type=text/javascript&gt; 							&lt;!--// &lt;![CDATA[ 				            OA_show('Detail_Skycrapper'); 				         // ]]&gt; --&gt; 	    				&lt;/SCRIPT&gt; &lt;SPAN&gt; &lt;SCRIPT type=text/javascript&gt;&lt;!--// &lt;![CDATA[ /* openads=http://ads.okezone.com/openx/www/delivery bannerid=611 zoneid=674 source= */ // ]]&gt; --&gt;&lt;/SCRIPT&gt;  &lt;SCRIPT type=text/javascript&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-7157518797990154"; /* 120x600, created 1/19/09 */ google_ad_slot = "0300785677"; google_ad_width = 120; google_ad_height = 600; //--&gt; &lt;/SCRIPT&gt;  &lt;SCRIPT src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"  type=text/javascript&gt; &lt;/SCRIPT&gt;  &lt;SCRIPT src="http://ads.okezone.com/openx/www/delivery/ag.php"  type=text/javascript&gt;&lt;/SCRIPT&gt; &lt;/SPAN&gt; &lt;DIV id=beacon_833fc18c51  style="LEFT: 0px; VISIBILITY: hidden; POSITION: absolute; TOP: 0px"&gt;&lt;FONT  face=Tahoma size=2&gt;&lt;IMG style="WIDTH: 0px; HEIGHT: 0px" height=0 alt=""  src="http://ads.okezone.com/openx/www/delivery/lg.php?bannerid=611&amp;amp;campaignid=69&amp;amp;zoneid=674&amp;amp;loc=http%3A%2F%2Finternational.okezone.com%2Fread%2F2009%2F02%2F26%2F18%2F196618%2Fpolitikus-dan-diplomat-desak-as-israel-libatkan-hamas&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fokezone.com%2F&amp;amp;cb=833fc18c51"  width=0&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;SCRIPT  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/expansion_embed.js"&gt;&lt;/SCRIPT&gt;  &lt;SCRIPT src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/test_domain.js"&gt;&lt;/SCRIPT&gt;  &lt;SCRIPT  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/render_ads.js"&gt;&lt;/SCRIPT&gt;  &lt;SCRIPT&gt;window.google_render_ad();&lt;/SCRIPT&gt; &lt;!--a href="#"&gt;&lt;img src="/image/banner/120_600.gif" width="120" height="600" border="0" alt="bola_skyscraper" /&gt;&lt;/a--&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;!-- skycsraper banner --&gt; &lt;DIV class=content&gt;&lt;!--google_ad_section_start--&gt; &lt;H5&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Tahoma&gt;&lt;/FONT&gt; &lt;DIV align=left&gt;&lt;FONT face=Tahoma&gt;LONDON - Para tokoh politik, mantan menteri  luar negeri, serta mantan negosiator Timur Tengah, mendesak kelompok negara  Middle East Quartet, untuk melibatkan Hamas dalam proses pembicaraan damai di  Timur Tengah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dalam surat terbuka yang sempat dipublikasikan Spiegel  Online Jerman dan Times of London dan dikutip Press TV, Kamis (26/2/2009) itu  menyatakan, sebanyak 14 pembubuh tanda tangan surat itu mengatakan, Amerika  Serikat dan Israel harus mengubah kebijakan mereka terhadap Hamas jika ingin ada  kemajuan dalam proses perdamaian di Timur Tengah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Di antara yang  membubuhkan tanda tangan itu adalah mantan Menteri Luar Negeri Israel Ben Ami  dan utusan PBB untuk Middle East Quartet Alvaro de Soto. Mereka menandaskan  bahwa perdamaian tidak akan terjadi tanpa melibatkan Hamas. Surat itu dibuat  setelah kunjungan utusan khusus AS George Mitchell dan utusan PBB Javier Solana  ke wilayahyang tak pernah sepi dari&amp;nbsp; konflik itu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mereka menegaskan  bahwa kebijakan komunitas internasional yang mengenyampingkan Hamas selama tiga  tahun belakangan ini, harus diubah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Tidak akan berguna proses damai  tanpa melibatkan satu perwakilan pemerintahan Palestina di mana antar faksi  saling memerangi," demikian tertulis dalam surat itu.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pada Rabu kemarin,  menteri Luar Negeri Inggris David Miliband menyatakan mengadakan pembicaraan  dengan Hamas merupakan hal baik untuk dilakukan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Selama ini, Hamas tidak  pernah dilibatkan dalam proses perdamaian. Palestina selalu diwakili dengan  Presiden Mahmoud Abbas dari faksi Fatah. Fatah merupakan kelompok perlawanan  Palestina yang mendapat dukungan dari AS.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hamas sendiri pernah  menyatakan, tanpa mengikutsertakan kelompoknya yang mayortas mendapat dukungan  rakyat Palestina dalam pemilihan umum parlemen 2006 lalu, tidak akan tercipta  atmosfer positif dan perkembangan dalam pembicaraan damai.&lt;/FONT&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;FONT  face=Tahoma&gt;(ton)&lt;/FONT&gt;&lt;/H5&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-7812229414542523399?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/7812229414542523399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=7812229414542523399&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/7812229414542523399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/7812229414542523399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2009/02/politikus-dan-diplomat-desak-as-israel.html' title='Politikus dan Diplomat Desak AS-Israel Libatkan Hamas'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-8802877132509926484</id><published>2009-02-25T15:29:00.004+07:00</published><updated>2009-02-25T15:31:20.857+07:00</updated><title type='text'>[+] Sebuah Renungan ttg KESUKSESAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;Sukses itu sederhana,&lt;br /&gt;sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,&lt;br /&gt;sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem waringin/the secret,&lt;br /&gt;sukses itu tidak perlu dikejar,&lt;br /&gt;SUKSES adalah ANDA!&lt;br /&gt;karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum,&lt;br /&gt;itu adalah sukses pertama Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat,&lt;br /&gt;itulah kesuksesan Anda kedua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1,&lt;br /&gt;di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP,&lt;br /&gt;itulah sukses Anda ketiga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas,&lt;br /&gt;di saat 46 juta orang menjadi pengangguran,&lt;br /&gt;itulah kesuksesan Anda keempat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari,&lt;br /&gt;di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya&lt;br /&gt;itulah kesuksesan Anda yang kelima...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses terjadi setiap hari,&lt;br /&gt;Namun Anda tidak pernah menyadarinya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click!&lt;br /&gt;yg dibintangi Adam Sandler,&lt;br /&gt;"Family comes first", begitu kata2 terakhir kepada anaknya sebelum dia meninggal...&lt;br /&gt;Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan,&lt;br /&gt;ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak &amp;amp; istrinya,&lt;br /&gt;bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri,&lt;br /&gt;keluarga nya pun berantakan,&lt;br /&gt;istrinya yang cantik menceraikannya,&lt;br /&gt;anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris&lt;br /&gt;supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller&lt;br /&gt;dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit&lt;br /&gt;dan sukar didapatkan.. .&lt;br /&gt;Sukses tidak melulu soal harta,rumah mewah,mobil sport,jam Rolex,pensiun muda,menjadi pengusaha,punya kolam renang/helikopter,&lt;wbr&gt;punya istri cantik seperti Donald Trump,&amp;amp;resort mewah di Karibia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buat saya pribadi yg bisa hidup dengan sangat berkecukupan,&lt;br /&gt;saya rasa sukses memiliki arti yang berbeda...&lt;br /&gt;Sukses adalah mencintai &amp;amp; bangga terhadap diri Anda sendiri,&lt;br /&gt;mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan,&lt;br /&gt;sukses yang sejati adalah menikmati &amp;amp; bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda,&lt;br /&gt;pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya,&lt;br /&gt;sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya,&lt;br /&gt;setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah,&lt;br /&gt;hidup baik, tidak menipu, apalagi scam, saleh &amp;amp; selalu rendah hati,&lt;br /&gt;Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan,&lt;br /&gt;tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit,&lt;br /&gt;sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan,keadaan,&lt;wbr&gt;dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berani berbicara seperti ini,&lt;br /&gt;karena hidup yang saya alami ini seperti roda pedati,&lt;br /&gt;ketika masih mahasiswa hidup begitu nelangsa&lt;br /&gt;cuma mampu makan warteg 1 kali sehari dengan nasi setengah+sayur gratis+tempe goreng.&lt;br /&gt;Tapi ternyata dulu nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah &amp;amp; terpal,&lt;br /&gt;hujan kehujanan, &amp;amp; panas kepanasan.&lt;br /&gt;Tapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja&lt;br /&gt;bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dulu, pulang-pergi ke sekolah jalan kaki atau bersepeda sejauh 40 km,&lt;br /&gt;pakai baju lusuh, tas kotor &amp;amp; alat tulis seadanya,&lt;br /&gt;datang ke sekolah selalu menjadi bahan tertawaan teman2 yg lebih kaya,&lt;br /&gt;tapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy,&lt;br /&gt;sama2 nyampe juga ternyata, Mas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah diundang boss saya ke rumah barunya,&lt;br /&gt;untuk menikmati ruang auditoriumnya,&lt;br /&gt;ada speaker untuk karaoke, ada untuk mendengarkan musik,&lt;br /&gt;ada untuk home theater,&lt;br /&gt;dia bilang speaker Thiel-nya untuk mendengarkan musik saja seharga 400 juta,&lt;br /&gt;saya disuruh ngedengerin waktu beliau putar musik jazz,&lt;br /&gt;memang enak sekali, suara dentingan gelas &amp;amp; petikan bass bisa terdengar jelas,&lt;br /&gt;tapi kok setengah jam di situ, saya toh bosan juga, Mas.&lt;br /&gt;Sama saja nikmatnya mendengarkan musik di komputer sendiri,&lt;br /&gt;yg speakernya cuma Simbadda 100 rb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda menyadari?&lt;br /&gt;Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang&lt;br /&gt;Uang hanyalah alat tukar,&lt;br /&gt;Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.&lt;br /&gt;Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun&lt;br /&gt;atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun.&lt;br /&gt;Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda,&lt;br /&gt;Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi&lt;br /&gt;untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda,&lt;br /&gt;tapi diri Anda sendiri,&lt;br /&gt;Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh....&lt;br /&gt;Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar&lt;br /&gt;bisa dibayar 200 juta&lt;br /&gt;atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods &amp;amp; Michael Jordan sebesar 200 juta dollar,&lt;br /&gt;hanya untuk memakai produk Nike.&lt;br /&gt;Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya,&lt;br /&gt;tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan,&lt;br /&gt;bisa terjual 80 juta dollar,&lt;br /&gt;sedangkan bola basket bekas dengan merk sama,&lt;br /&gt;bila kita jual harganya justru malah turun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini kok lucu,&lt;br /&gt;kita seperti mengejar fatamorgana,&lt;br /&gt;bila dilihat dari jauh,&lt;br /&gt;mungkin kita melihat air/emas di kejauhan,&lt;br /&gt;namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita&lt;br /&gt;&amp;amp; akhirnya kita sampai,&lt;br /&gt;yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja&lt;br /&gt;oh...ternyata.&lt;wbr&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas&lt;br /&gt;NamunAnda masih mengejar fatamorgana tsb&lt;br /&gt;ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat berharga&lt;br /&gt;untuk sungkem sama orangtua yg begitu mencintai Anda,&lt;br /&gt;memeluk hangat istri/kekasih Anda,&lt;br /&gt;mengatakan "I love you" kepada org2 yang anda cintai:&lt;br /&gt;orang tua, istri, anak, sahabat2 Anda.&lt;br /&gt;Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu,&lt;br /&gt;selagi Anda masih sempat,&lt;br /&gt;Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal,&lt;br /&gt;mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,&lt;br /&gt;LIFE is so SHORT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda,&lt;br /&gt;entah itu bermain bola, memancing,&lt;br /&gt;menonton bioskop, minum kopi,&lt;br /&gt;makan makanan favorit Anda,&lt;br /&gt;berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .&lt;br /&gt;Enjoy Ur Life,&lt;br /&gt;LIFE is so SHORT.... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-8802877132509926484?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/8802877132509926484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=8802877132509926484&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/8802877132509926484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/8802877132509926484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2009/02/sebuah-renungan-ttg-kesuksesan_25.html' title='[+] Sebuah Renungan ttg KESUKSESAN'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-9025950518500813975</id><published>2007-06-29T14:06:00.000+07:00</published><updated>2007-06-29T14:11:58.008+07:00</updated><title type='text'>[+] Binatang Ternak</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku” (QS. Al-‘Araf: 146). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berderajat tinggi, manusia disebut juga binatang ternak, dalam al-Qur‘an. Sebutan untuk makhluk berderajat rendah ini khusus diberikan kepada orang-orang yang tidak menempatkan dirinya sebagai manusia yang selayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi menempatkan dirinya sederajat dengan level binatang, yang tak berperasaan dan tak tahu aturan hidup. Makhluk yang tak berperasaan itu adalah yang tak berfungsi lagi tali-tali rasanya, seperti hati. Matinya tali rasa hati menyebabkannya tak mampu memahami anjuran-anjuran Allah, seperti anjuran untuk tidak berlaku sombong. Sebab kesombongan hanyalah milik Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matinya tali rasa hati juga mematikan pandangan. Sehingga apapun kekuasaan Allah yang terhampar luas dalam pandangan matanya, tak memberi pengaruh baik bagi dirinya sedikit pun, seperti timbulnya pengakuan diri sebagai hamba dhaif yang tak layak menyombongkan diri. Matinya tali rasa juga mematikan pendengaran. Sehingga apa-apa yang didengar tentang larangan Allah tak mampu memberi pengaruh baik pada perilakunya. Sehingga kesombongan, misalnya, akan berlangsung terus pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang demikian manusia pada level binatang ternak. Mereka sudah dipalingkan dari kebeneran. Juga Allah menyebut orang-orang seperti itu telah lalai (QS. Al-‘Araf: 179). Sehingga ada yang lalai atau terbuai dengan jabatannya. Cirinya, bila jabatannya menambah kesombongannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-9025950518500813975?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/9025950518500813975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=9025950518500813975&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/9025950518500813975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/9025950518500813975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2007/06/binatang-ternak.html' title='[+] Binatang Ternak'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-6964821441205070213</id><published>2007-03-23T12:48:00.000+07:00</published><updated>2007-03-23T12:52:23.231+07:00</updated><title type='text'>[+] Kesulitan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Alam Nasyrah: 5–6). &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan tidak jarang bermakna kesempatan untuk proses pembelajaran bagi hamba-hamba Allah yang berpikir. Sebab, kesulitan seringkali membuka cakrawala berpikir dan memaksakan otak untuk menemukan sesuatu yang belum ada, sebagai jalan keluar dari kesulitan. Lebih-lebih manusia ditakdirkan akal. Allah juga sering mempertanyakan dalam al-Qur‘an tentang apakah hamba-hambaNya tidak menggunakan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia yang menggunakan akalnya, beriman, dan bertawakkal, akan selalu mendapatkan jalan keluar dalam hidupnya. Kesempitan hidup seringkali berubah menjadi kesempatan untuk menyambut kehidupan. Bahkan ada jalan keluar pada waktu yang tidak disangka-sangka. Memang demikian janji Allah bagi hamba-hamba- Nya yang senantiasa beriman dan memaknakan pertanyaan-Nya dalam al-qur‘an. Memang kita sepatutnya tidak perlu ragu dengan janji Allah. Bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan akan ada kemenangan, kebahagiaan dan sejenisnya adalah janji yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratannya adalah usaha yang tulus lewat berpikir dan bekerja. Namun mengapa terkadang janji itu tidak begitu saja terwujud pada seseorang hamba? Bisa jadi karena seseorang tidak secara konsisten dan sabar dalam menggunakan akalnya, beribadah, dan bertawakkal. Penyebab lain adalah karena Allah masih menguji ketahanan iman seseorang sampai pada tahap tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah proses pengujian mencapai tahap itulah, kadangkala orang berubah haluan dari jalur kesabarannya, sehingga ia berputus asa. Putus asa adalah wujud dari ketidaklurusan dalam berpikir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-6964821441205070213?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/6964821441205070213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=6964821441205070213&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/6964821441205070213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/6964821441205070213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2007/03/kesulitan.html' title='[+] Kesulitan'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-2282437133758115751</id><published>2007-03-21T18:40:00.001+07:00</published><updated>2007-03-21T18:40:46.901+07:00</updated><title type='text'>Ahlan wa Sahlan :)</title><content type='html'>afwan baru bisa mulai posting lagi :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-2282437133758115751?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/2282437133758115751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=2282437133758115751&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/2282437133758115751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/2282437133758115751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2007/03/ahlan-wa-sahlan.html' title='Ahlan wa Sahlan :)'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-1951780618401440747</id><published>2007-03-21T18:21:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T18:25:12.159+07:00</updated><title type='text'>[+] Keikhlasan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Keikhlasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, bila hamba ini beribadat karena mengharapkan surga-Mu, maka haramkan lah dari syurga-Mu. Dan bila hamba-Mu ini beribadat ini karena takut akan neraka-Mu, maka masukkanlah hamba ke dalam neraka-Mu” (Doa Rabi‘ah al-Adawiyah) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Irak yang sedang berkecamuk perang sekarang ini suatu ketika pernah menjadi tempat dimana kebanyakan orang lupa kepada Allah dan mauk dengan dunianya. Namun berkat rahmat Allah, ada segelintir orang yang diselamatkan dari hal demikian, antara lain Rabiah Adawiyah. Menurut suatu riwayat, selamatnya wanita itu di antaranya karena keikhlasannya beribadah kepada Allah. Di waktu larut malam, di saat orang-orang sudah terlelap dalam tidurnya, Rabi‘ah senantiasa menyempatkan diri untuk mengadu kepada Allah. Dengan linangan air mata, beliau bermunajat dan mengucapkan terimakasih kepada Allah atas hidayah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu doanya, beliau mengatakan bahwa kecintaannya kepada Allah samasekali bukan mengharapkan surga-Nya atau takut neraka-Nya. Hal demikian selalu dipertahankannya sampai hembusan nafas terakhir. Kisah itu bermakna bahwa ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya amal, mendapat hidayah Allah, dan menyebabkan manusia selamat dunia dan akhirat. Beribadah yang banyak, tetapi tidak ikhlas itu sulit untuk meraih hal-hal demikian. Singkatnya, ibadah yang diterima hanyalah yang disertai keikhlasan semata-mata kepada Allah, dengan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman banyak orang menjadi hamba materi seperti sekarang ini, hal demikian dirasakan sulit. Kebanyakan manusia berbuat sesuatu kalau ada materi yang diharapkan di balik perbuatannya, terutama hal-hal keduniaan seperti uang, pangkat, dan berbagai harta kekayaan dunia lainnya. Sehingga orang-orang yang tidak ikhlas bekerja seringkali melakukan hal-hal yang buruk, seperti menyunat hak-hak orang lain yang ada di tangannya. Kalau tidak segera bertaubat, kebiasaan semacam ini akan berlanjut hingga nafas penghabisan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-1951780618401440747?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/1951780618401440747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=1951780618401440747&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/1951780618401440747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/1951780618401440747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2007/03/keikhlasan.html' title='[+] Keikhlasan'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-114239175257261088</id><published>2006-03-15T10:00:00.000+07:00</published><updated>2006-03-15T13:40:15.873+07:00</updated><title type='text'>[+] Syariat Islam secara Kaffah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Syariat Islam yang Kaffah&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dari sebuah sumber&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.Di Nanggroe Aceh Darussalam ini akan diberlakukan syariat Islam secara kaffah. Saya dengar-dengar, secara kafah itu meliputi seluruh aspek kehidupan. Saya amat khawatir tentang itu. Mungkin karena saya belum mengetahui prinsip dasar hukuman dan pensyariatannya. Saya amat berharap supaya Ustadz Pengasuh dapat menguraikannya dengan sedikit terinci. Untuk itu saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN :&lt;br /&gt;Saudara/iYth.,Wa'alaikumus Salam, Wr. Wb.Memang, segala sesuatu, kalau kita belum tahu atau kenal pastilah kita tidak sayang dan kalau tidak sayang pastilah kita tidak mencintainya. Konon pula kalau ada informasi-informasi keliru yang menakutkan, pastilah kita akan takut. Syukurlah saudari belum sampai kepada tingkat takut, cuma baru sampai keperingkat amat khawatir. Saudari tak perlu khawatir. syariat Islam adalah ciptaan Allah SWT yang sengaja diciptakan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan -bahkan juga- di akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT itulah yang telah menciptakan manusia, sehingga Allah SWT lebih tahu tentang manusia, kemaslahatan dan kemudharatan manusia, dari manusia itu sendiri. Makanya, seandainya seseorang manusia itu sakit, maka Allahlah yang menyembuhkankannya, meskipun melalui obat yang diberikan dokter. Kalau manusia hidup terancam oleh tindakan kriminal seseorang, maka Allah SWT-lah yang lebih tahu tentang cara melindungi madhluumiin dan memberi pelajaran atau tuntunan kepada pelaku kejahatan itu. Karenya ditetapkanlah sanksi-sanksi yang diyakini mampu mengobatinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sanksi itu disebut uqubah. Uqubah adalah “suatu hukuman atas perbuatan yang melanggar ketentuan syar‘i yang ditetapkan untuk kemashlahatan masyarakat”. Tujuan disyariatkannya uqubah adalah untuk memperbaiki perilaku manusia dan lebih dari itu sebagai usaha untuk memelihara mereka dari segala bentuk kemafsadatan (kerusakan), menghindari mereka dari kesesatan, mengajak mereka untuk mentaati seluruh perintah Allah dan Rasul-Nya dan meredam seluruh bentuk perbuatan maksiat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Prinsip dasar hukuman dalam Islam:&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Hukuman itu bersifat universal; yaitu dapat menghentikan orang dari melakukan suatu tindak pidana, bisa menyadarkan dan memberi pelajaran bagi pelaku pidana dan sekaligus menyadarkan orang lain agar tidak melakukan tindak pidana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Penerapan materi hukuman itu sejalan dengan kebutuhan dan kemashlahatan masyarakat. Apabila kemashlahatan masyarakat menginginkan hukuman lebih berat maka hukuman diperberat, sebaliknya apabila masyarakat menghendaki keringanan hukuman maka hukuman itu diringankan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Seluruh bentuk hukuman yang dapat menjamin dan mencapai kemashlahatan pribadi dan ketentraman masyarakat adalah hukuman yang disyari‘atkan karenanya harus dijalankan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Hukuman dalam Islam bukan bersifat balas dendam, tapi untuk melakukan perbaikan terhadap pelaku tindak pidana. Abdul Qadir Audah (w. 1373 H/1945 M), seorang ahli hukum pidana Islam dari Mesir, mengatakan bahwa prinsip hukum dalam Islam dapat disimpulkan dalam dua dasar pokok, yaitu menuntaskan segala bentuk perbuatan pidana dengan mengabaikan pribadi terpidana dan memperbaiki sikap terpidana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menuntaskan segala bentuk perbuatan tersebut bertujuan untuk memelihara stabilitas masyarakat, sedangkan untuk pribadi terpidana bertujuan memperbaiki sikap dan perilakunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pensyari‘atan hukuman&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Hukuman itu disyariatkan artinya didasarkan pada sumber hukum yang diakui oleh syari‘at Islam, seperti al-Qur‘an, Hadis, Ijma‘, Qiyas, dan Ijtihad. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Hukuman itu hanya dikenakan kepada pelaku tindak pidana karena pertanggungjawaban tindak pidana hanya dipundak pelakunya. 3. Hukuman itu bersifat universal dan berlaku bagi seluruh orang karena seluruh pidana di hadapan hakim sama derajatnya , Wallahu A'lamu Bish-Shawaab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-114239175257261088?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/114239175257261088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=114239175257261088&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/114239175257261088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/114239175257261088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2006/03/syariat-islam-secara-kaffah.html' title='[+] Syariat Islam secara Kaffah'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-113012380226943229</id><published>2005-10-24T10:12:00.000+07:00</published><updated>2005-10-24T10:19:04.283+07:00</updated><title type='text'>[+] Ukurlah - segalanya - dengan Iman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ukurlah dengan Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surgaku ada dalam jiwaku, Jika mereka memenjarakanku maka itu adalah masa penyepianku dengan Tuhanku. Jika mereka mengasingkanku ke suatu tempat yang jauh maka itu adalah masa pengembaraan bagiku. Jika mereka membunuhku, itu adalah kematian yang semoga menjadikanku sebagai syahid. " (Ibnu Taimiyah) &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seseorang mengarungi hidup jika tanpa iman? Kesibukan, bagi orang yang tak memiliki iman, adaIah menapaki keinginan yang tak pernah selesai. Menjalani waktu, sejak pagi, siang, petang, malam hingga bertemu pagi kembali, bagi orang yang tak memiliki iman, adalah ibarat mengarungi belantara hutan yang tak pernah ada ujungnya, atau menyeberangi lautan luas yang tak pernah bertepi. Mereka terus bergelut dengan ambisi, memenuhi keinginan nafsu, sementara itu semua tidak pernah membuat lapar dan dahaganya berkurang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wajar, jika tak sedikit orang yang merasa lelah menjalani hidup. Ya, mereka lelah karena ternyata seluruh keringat, pikiran dan usahanya tak pernah membuatnya merasa cukup. Semakin banyak usaha yang diperoleh, semakin tinggi tuntutan untuk memperoleh yang lebih banyak. Peluh yang menetes temyata hanya memberi kepuasan yang makin membakar nafsu untuk mendapatkan yang lebih besar. Lalu setelah itu, jatuh bangun lagi, bertarung demi ambisi lagi, mengejar dan memenuhi nafsu lagi, untuk keinginan yang tak ada habisnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Semoga kita semakin memahami, bahwa ada banyak keinginan yang temyata tidak baik untuk kita sendiri. Perhatikanlah bagaimana ungkapan seorang sahabat mulia, Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, "Sesungguhnya ada seorang hamba yang sangat terobsesi mencapai sesuatu, baik masalah bisnis maupun kekuasaan. Dan sebenarnya ia dimudahkan untuk mencapai keinginannya itu. Tapi Allah melihatnya, lalu berkata pada para Malaikat-Nya, 'Hindari dia dari apa yang diinginkannya itu. Karena sesungguhnya jika Aku mudahkan dia memperoleh keinginannya, mala ia akan masuk neraka.' Maka orang itu pun dihindari oleh Allah dari apa yang diinginkannya. Selanjutnya, orang tersebut menduga-duga dengan mengatakan, 'Kenapa fulan lebih berhasil dariku, kenapa fulan lebih unggul dariku. Padahal apa yang terjadi itu tidak lain hanya karunia Allah swt belaka." (Nurul Iqtibas, 49) &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imanlah yang menyelamatkan kita dari dinarnika hidup yang melelahkan itu. Imanlah yang selalu memberikan kesegaran baru. Iman yang memberi pencerahan batin yang membuat kita selalu prima menghadapi badai apapun dalam hidup. Andai seorang hamba selalu mengembalikan segala masalah pada hakikat keimanan, niscaya ia yakin bahwa Allah tidak pemah menetapkan sesuatu kecuali kebaikan. Meskipun kebaikan itu tidak ia sadari. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Pikiran kita seringkali tak mampu membaca langsung kebaikan-kebaikan Allah. Mungkin karena hati kita yang kerap tidak bersinar. Pergulatan hidup, sentuhan urusan dunia menyebabkan hati seseorang terselubung oleh suasana pekat. Itulah yang pernah digambarkan oleh Rasulullah saw pada kita, "Tidaklah hati seseorang itu kecuali ia mengalarni kondisi seperti awan dan bulan. Jika hati terdominasi oleh awan, maka hati akan menjadi gelap. Tapi bila awan itu menyingkir maka hati akan menjadi terang." (HR. Thabrani dalam hadits shahih). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, hati yang terkadang tertutup oleh awan, akan terhijab cahayanya lalu menjadi temaram. Jika kita berupaya menambah keimanan dalam hati dengan memperbanyak amal shalih dan meminta pertolongan Allah untuk menyingkapkan awan itu, maka hati kita akan bercahaya lagi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karenanya saudaraku, Sadarilah kapan saat-saat awan kelabu itu mulai menyelimuti hati. Waspadailah ketika hati mulai terasa redup dan tak tersinari oleh cahaya. Seperti yang disebutkan dalam perkataan salafushalih, "Termasuk kecerdasan seorang hamba adalah, jika ia menyadari kondisi imannya dan apa-apa yang kurang darinya." &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada pula para salafushalih yang mengatakan bahwa termasuk kecerdasan seorang hamba adalah, "Jika ia mengetahui dari mana datangnya bisikan-bisikan syaitan pada hatinya." &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah pada iman, maka semua keinginan kita akan terwujud. Keinginan yang tidak dibatasi oleh target, angka atau hasil yang bisa diraba. Karena keinginan tak pemah selesai oleh target, angka dan hasil-hasil itu. Tapi keimanan akan memberi semua harapan, melalui ketenangan, ketentraman hati dan kepuasan. ltulah yang kita cari. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Jauzi mengatakan, "Wahai orang yang ditolak dari pintu. Wahai orang yang terhalangi menemui kekasihnya. Jika engkau ingin mengetahui kedudukanmu di sisi raja. Lihatlah sarana apa yang bisa membantumu untuk mengetahui posisimu di sisi sang raja. Lihatlah pekerjaan apa yang menyibukkanmu. Betapa banyak orang yang berdiri di depan pintu istana raja. Tapi tak satupun yang dapat masuk dan berhadapan dengan raja kecuali orang-orang yang memang telah dipilih oleh sang raja. Tak seluruh hati bisa mendekat. Tak semua jiwa menyimpan rasa cinta." &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama menjelaskan makna perkataan Ibnul Jauzi ini. Ia mengatakan bahwa jika seseorang ingin tahu di mana posisinya di hadapan Allah, bercerminlah pada amal-amal yang menyibukkannya. "Jika ia sibuk dengan dakwah dan berbagai masalahnya, jika ia sibuk menyelamatkan umat manusia dari neraka, jika ia sibuk melakukan pekerjaan untuk memperoleh kemenangan di surga, menolong yang lemah dan orang yang membutuhkan, maka bergembiralah karena semoga ia mempunyai kedudukan yang dekat dengan Allah. Beritakanlah kabar gembira bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kecuali pada orang yang Ia cintai. Tapi jika ia dia berpaling dari dakwah, berpaling dari para juru dakwah, berpaling dari melakukan kebaikan, sibuk dengan dunia dan mengumpulkan harta benda, sibuk dengan banyak bertanya tapi sedikit beramal, sibuk dengan mengikuti hawa dan nafsu, ketahuilah bahwa ia jauh dari Allah." &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Lihatlah apa sarana yang bisa mendekatkan kita pada Allah? Dan apa pekerjaan yang menyibukkan kita? Allah akan memilih orang-orang yang bisa menempuh sarana yang mendekatkan diri kita pada-Nya dan menyibukkan diri untuk menjalani perintah-Nya. Mari mengukur segala keadaan dengan iman.&lt;br /&gt;Mari kembalikan semua keinginan pada keimanan. Mari melihat peristiwa hidup apa saja dengan kaca mata iman, Ibnu Taimiyah mengatakan, "Apa yang dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surgaku ada dalam jiwaku, Jika mereka memenjarakanku maka itu adalah masa penyepianku dengan Tuhanku. Jika mereka mengasingkanku ke suatu tempat yang jauh maka itu adalah masa pengembaraan bagiku. Jika mereka membunuhku, itu adalah kematian yang semoga menjadikanku sebagai syahid." &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, Adakah kekecewaan, kekhawatiran, kegelisahan dan ketakutan di sana? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;~ Berjuang di dunia berharap Pertemuan di Surga ~ *** Tarbawi ***&lt;br /&gt;[ usahamulia.net ]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-113012380226943229?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/113012380226943229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=113012380226943229&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/113012380226943229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/113012380226943229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/10/ukurlah-segalanya-dengan-iman.html' title='[+] Ukurlah - segalanya - dengan Iman'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112986428736132302</id><published>2005-10-21T10:08:00.000+07:00</published><updated>2005-10-21T10:11:27.363+07:00</updated><title type='text'>[*] Episode II : Birokrat PKS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;BismiLLAAHir RAHMAANir RAHIIM,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan berikutnya kebetulan ana diundang untuk hadir dlm&lt;br /&gt;SilatuRRAHIM dan Buka Puasa Bersama di rumah dinas Mentan DR Anton&lt;br /&gt;Apriyantono di Jl Denpasar Raya, comp Widya Chandra..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan kesederhanaan yg sama ana dapati dg apa yg saya saksikan&lt;br /&gt;ketika di rumah DR Hidayat (walaupun perlu diakui bahwa perabotan&lt;br /&gt;rumah DR Hidayat memang lebih sederhana), saat bertemu akh Anton&lt;br /&gt;Apriyantono memakai baju PDL (mirip baju Hansip dg plat nama &amp;&lt;br /&gt;lambang Deptan)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan bincang2 dg beliau, ana langsung menanyakan ttg&lt;br /&gt;Kebijakan Impor Beras yg sama sekali tidak populer &amp; tdk berpihak pd&lt;br /&gt;petani.. Maka beliau menyampaikan dg tegas bahwa beliau menolak&lt;br /&gt;impor beras, karena stock dalam negeri masih lebih dari cukup, lalu&lt;br /&gt;terjadi tanya jawab cukup serius diantara kami sbb (saat itu bersama&lt;br /&gt;kami juga ada beberapa wartawan) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ana : Lalu kenapa di media diberitakan bahwa pemerintah akan&lt;br /&gt;melakukan impor beras?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DR Anton : Kebijakan impor diambil dlm rapat kabinet saat saya&lt;br /&gt;sedang tidak di tempat (sedang di Pakistan), makanya media tidak&lt;br /&gt;berani memojokkan kita, karena mereka tahu siapa di belakang semua&lt;br /&gt;ini, ya kan?! (Kata DR Anton pd beberapa wartawan yg duduk bersama&lt;br /&gt;kami yg disambut mereka dg tertawa..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ana : Kok bisa begitu? Lalu apa maksudnya &amp; siapa yg menggagas?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DR Anton : Siapa lagi kalo bukan para menteri pebisnis?! Kebijakan&lt;br /&gt;itu tdk ada relevansinya sama sekali dg pertanian kita &amp; juga tdk&lt;br /&gt;ada relevansinya dg kebutuhan dalam negeri saat ini, ini murni&lt;br /&gt;bisnis cari untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ana : Nah, sekarang kan sudah diambil kebijakan ya akhi, bisa tidak&lt;br /&gt;antum batalkan kebijakan itu demi ummat?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DR Anton : Kalo dibatalkan tidak bisa karena itu keputusan rapat&lt;br /&gt;kabinet, tapi dijegal bisa insya ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ana : Bagaimana cara menjegalnya???&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR Anton : Dlm Undang2 disebutkan bahwa impor tidak bisa dilakukan&lt;br /&gt;kalau stock di dalam negeri masih cukup, semua data stock beras&lt;br /&gt;dalam negeri Deptan yg pegang, jadi mereka tdk akan bisa impor kalo&lt;br /&gt;tdk kita yg merekomendasi, mudah2 an soal data itu kita tidak&lt;br /&gt;dilompati lagi sama mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ana : AlhamduliLLAH.. Lalu katanya ada isu antum tidak adil dlm&lt;br /&gt;penempatan eselon di Deptan?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DR Anton : Di Deptan itu ada 19.000 pegawai sementara jabatan yg&lt;br /&gt;dipromosikan amat sedikit, jadi wajar kalau kita pilih disamping&lt;br /&gt;prestasinya juga akhlaknya yg baik, kalo ada yg tidak puas ya&lt;br /&gt;silakan laporkan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ana : Bagaimana ttg isu islamisasi di Deptan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR Anton : Itu isu yg dilontarkan oleh orang2 yg memang sudah gerah&lt;br /&gt;dg pembersihan korupsi yg kita gulirkan di Deptan, jadi setiap&lt;br /&gt;langkah kita mereka sudah antipati lalu menyebar isu, semua yg kita&lt;br /&gt;lakukan kemudian dilihat dari negatif-thinking, kenapa juga saat&lt;br /&gt;Bungaran yg naik dulu tdk ada dikatakan juga isu kristenisasi? Ini&lt;br /&gt;murni dipolitisir, kami tdk akan tanggapi isu2 seperti itu, ancaman&lt;br /&gt;via SMS &amp; telpon soal gerakan anti KKN sudah banyak ke saya, tp IA&lt;br /&gt;kami akan terus bergerak pelan2 tapi pasti soal korupsi ini,&lt;br /&gt;ternyata untuk melaksanakannya memang tidak semudah yg dibahas di&lt;br /&gt;halaqoh.. Ha..Ha..Ha (Sambil tertawa beliau pamit dari kami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAHu a'lam bish Shawab..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabiel Almusawa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112986428736132302?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112986428736132302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112986428736132302&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112986428736132302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112986428736132302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/10/episode-ii-birokrat-pks.html' title='[*] Episode II : Birokrat PKS'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112986185556280910</id><published>2005-10-21T09:25:00.000+07:00</published><updated>2005-10-21T10:04:21.336+07:00</updated><title type='text'>[*] Episode 1 : Birokrat PKS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;berikut ada email dari sebuah milis, yang semoga saja Ust.Nabiel selaku yang menulis email tidak berkeberatan email beliau dipublikasikan dalam blog ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Untuk Para Kader PKS Yg Bertanya via Japri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BismiLLAAHir RAHMAANir RAHIIM,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yg lalu ana berkesempatan untuk ikut dalam acara buka bersama dengan Ketua MPR-RI, DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumah dinasnya comp. Widya Chandra dg beberapa ikhwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ana masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam hati ana bergumam sendiri : Alangkah sederhananya isi rumah ini.. Ana melihat lagi dg teliti, meja, kursi2, asesori yg ada, hiasan di dinding.. SubhanaLLAH, lebih sederhana dari rumah seorang camat sekalipun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ana masuk ke rumah tsb ana memandang ke sekeliling, kebetulan ada disana Ketua DPR Agung Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri Agama, dan sejumlah Menteri dari PKS (Mentan &amp; Menpera) serta anggota DPR-RI, serta pejabat2 lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi2 ana bergumam : Alangkah sederhananya pakaian beliau, tidak ada gelang dan cincin (seperti yg dipakai teman2 pejabat yg lain disana).. Ternyata beliau masih ustaz Hidayat yg ana kenal dulu, yg membimbing tesis S2 ana dg judul : Islam &amp;amp; Perubahan Sosial (kasus di Pesantren PERSIS Tarogong Garut)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkenang kembali saat2 masa bimbingan penulisan tesis tsb, dimana ana pernah diminta datang malam hari setelah seharian aktifitas penuh beliau sebagai Presiden PKS, dan ada 10 orang tamu yg menunggu ingin bertemu.. Ana kebagian yg terakhir, ditengah segala kelelahannya beliau masih menyapa ana dg senyum : MAA MAADZA MASAA'ILU YA NABIIL..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ana pandang kembali wajah beliau, kelihatan rambut yg makin memutih, beliau bolak-balik menerima tamu, saat berbuka beliau hanya sempat sebentar makan kurma &amp; air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib terus banyak tokoh yg berdatangan, ba'da isya &amp;amp; tarawih kami semua menyantap makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam &amp; luar negeri yg ingin wawancara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tdk terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya ALLAH jihad ana dibandingkan dg beliau, ana masih punya kesempatan bercanda dg keluarga, membaca kitab dsb, sementara beliau benar2 sudah kehilangan privasi sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian kesabarannya untuk terus konsisten dlm kebenaran dan membela rakyat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah yg disebut istiqamah itu orang yg bisa istiqamah dlm keadaan di tengah2 berbagai kitab Fiqh dan Hadits seperti ana yg lemah ini.. Adapun yg disebut istiqamah adalah orang yg mampu tetap konsisten ditengah berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan lingkungan yg amat jahat &amp;amp; menipu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keluar dari rumah beliau ana melihat beberapa rumah diseberang yg mewah bagaikan hotel dg asesori lampu2 jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana bertanya pd supir DR Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka jawabnya : Oh, itu rumah pak Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa partai besar.. Dalam hati ana berkata : AlhamduliLLAH bukan menteri PKS..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang ana menyempatkan bertanya pd ustaz Hidayat : Ustaz, apakah nomor HP antum masih yg dulu? Jawab beliau : Na'am ya akhi, masih yg dulu, tafadhal antum SMS saja ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yg masuk tiap hari ratusan ke ana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali airmata ana menetes, alangkah beratnya cobaan beliau &amp; khidmah beliau untuk ummat ini, benarlah nabi SAW yg bersabda bahwa orang pertama yg dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari Kiamat nanti adalah Pemimpin yg Adil.. Sambil berjalan pulang ana berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin yg adil &amp;amp; dipanjangkan umur serta diberikan kemudahan dlm memimpin negara ini.. Aaamiin ya RABB..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabil Almusawa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112986185556280910?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112986185556280910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112986185556280910&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112986185556280910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112986185556280910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/10/episode-1-birokrat-pks.html' title='[*] Episode 1 : Birokrat PKS'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112710797772387287</id><published>2005-09-19T12:30:00.000+07:00</published><updated>2005-09-19T12:32:57.736+07:00</updated><title type='text'>[^] Ceramah Rasulullah Ketika Menjelang Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi ALLAH. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu ALLAH dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Memohonlah kepada ALLAH Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar ALLAH membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;br /&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan ALLAH di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.&lt;br /&gt;Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada ALLAH dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika ALLAH Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! ALLAH ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul-alamin.&lt;br /&gt;Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi ALLAH nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Sahabat-sahabat Rasulullah bertanya: "Ya Rasulullah Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.&lt;br /&gt;Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, ALLAH akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, ALLAH akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, ALLAH akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, ALLAH akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, ALLAH akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunat dibulan ini, ALLAH akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, ALLAH akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Qur'an, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin berkata: "Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama dibulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan ALLAH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang ALLAH telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mendekatkan diri kepada ALLAH dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan ALLAH memberikan rizqi kepada mukminin di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang." Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah SAW, "Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barang siapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya ALLAH mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain ALLOH dan mohon ampun kepada-Nya. Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. (HR. Ibnu Huzaimah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112710797772387287?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112710797772387287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112710797772387287&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112710797772387287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112710797772387287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/09/ceramah-rasulullah-ketika-menjelang.html' title='[^] Ceramah Rasulullah Ketika Menjelang Ramadhan'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112596657643964990</id><published>2005-09-06T07:27:00.000+07:00</published><updated>2005-09-06T07:32:48.500+07:00</updated><title type='text'>[+] Karunia, Dalam Arti Yang Sebenarnya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sesuatu baru dapat dikategorikan sebagai karunia dari ALlah adalah manakala setelah kita mendapat sesuatu tersebut dapat membuat kita semakin dekat dengan Allah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sadari ataupun tidak, kehidupan materialistis telah membuat kita lupa akan arti karunia Allah sebenarnya. Orientasi terhadap materi yang begitu tinggi mengubah perspektif kita terhadap karunia. Kita sering menganggap bahwa segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita berupa tambahan materi adalah sebuah karunia. Kenaikan gaji, kehidupan layak, jabatan yang dihormati oleh masyarakat, kedudukan yang terhormat, dsb seolah-olah itu adalah merupakan karunia oleh Allah. Sebenarnya, jika kita telah memperoleh satu atau - bahkan - semua hal diatas belum dapat dikatakan bahwa kita benar-benar telah mendapatkan karunia dari Allah. Lho kok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai muslim harusnya mempunyai perspektif yang berbeda tentang karunia dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah mengenal eksistensi Tuhan. Dan perspektif yang benar ini pulalah yang mendatangkan ketentraman dalam hidup kita dari persaingan semu yang hanya mendatangkan kepada kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu baru dapat dikategorikan sebagai karunia dari ALlah adalah manakala setelah kita mendapat sesuatu tersebut dapat membuat kita semakin dekat dengan Allah. JIka sekarang kita telah bekerja di sebuah perusahaan ternama, kita baru dapat mengatakan bahwa hal tersebut adalah karunia dari Allah jika hubungan atau interaksi kita dengan Allah semakin dekat dibandingkan dengan sebelum kita bekerja di perusahaan tersebut. Jika setelah melakukan komparasi, rupanya kualitas ibadah kita dan interaksi kita dengan Allah semakin berkurang jika dibandingkan dengan sebelum kita bekerja maka kita patut waspada ! Jangan-jangan ini bukan merupakan nikmat dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang miskin yang begitu sabar dengan kemiskinannya, akan tetapi ketika kelapangan telah datang kepada mereka, mereka sudah mulai lupa dari mana mereka berasal sehingga interaksi mereka dengan ALlah pun amburadur. Lalu apakah kekayaan yang telah Allah berikan kepada mereka dapat kita katakan sebagai karunia sejati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hal lain, ada juga sekelompok orang kaya yang jauh dari interaksi dengan Allah. Tapi manakala musibah datang kepada mereka, dan mereka pun jatuh miskin, akan tetapi kemudian mereka bertaubat, dan interaksi mereka dengan Allah pun semakin dekat. Mereka sudah mulai melakukan ibadah yang sangat jarang sekali mereka lakukan kala mereka berada pada posisi berkecukupan. Inilah Karunia Sejati...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat apa harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, penghasilan yang besar jika akhirnya hanya membuat kita jauh dari ALlah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat apa juga kedudukan yang tinggi jika hanya melahirkan sifat sombong, padahal karena sifat itu pulalah Iblis diusir dari neraka, dan ALlah sudah menjanjikan tidak akan memasuki syurga seseorang yang masih tersimpan dalam hatinya rasa sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita butuhkan sekarang adalah, Karunia hakiki dari Allah, yang dengannya akan membuat kita semakin dekat dengan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang, ketika kita menerima sesuatu, kita harus berdoa dan berharap kepada ALlah, agar dengannya kita semakin dekat dengan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma amien&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112596657643964990?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112596657643964990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112596657643964990&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112596657643964990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112596657643964990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/09/karunia-dalam-arti-yang-sebenarnya.html' title='[+] Karunia, Dalam Arti Yang Sebenarnya'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112545854072947023</id><published>2005-08-31T10:21:00.000+07:00</published><updated>2005-08-31T10:22:20.740+07:00</updated><title type='text'>[^] Bahaya Menganggap Enteng Dosa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketahuilah –semoga Allah menyayangi kita semua- bahwa sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah telah mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk mengikhlaskan taubat, Ia berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 8 yang artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberi karunianya kepada kita dengan memberi kesempatan untuk bertaubat yaitu sebelum malaikat yang mulia mencatatnya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya : “ Sesungguhnya malaikat yang berada disebelah kiri menahan dari menulis kesalahan hamba yang muslim selama enam jam, apabila ia menyesal dan meminta ampun kepada Allah maka malaikat akan membiarkannya, tetapi apabila tidak, maka dicatatnya sebagai satu kesalahan. “ H.R. Thabrani dalam “ Al-Mu’jam Al-Kabir “, dan  Al-Baihaqi dalam “Syu’abul Iman”, dihasankan oleh Syaikh Al-Bani dalam “ Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah” no. 1209&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kesempatan yang lain setelah ditulisnya tetapi sebelum datangnya ajal. (Arti “jam” pada hadits diatas ada kemungkinan jam yang kita kenal atau berarti waktu sesaat di malam atau siang hari, “Lisanul Arab sin, wau, ‘ain- “Faidhul Qadir” oleh Imam Al-Munawi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah yang banyak menimpa manusia hari ini adalah mereka tidak berharap kepada Allah, sehingga mereka siang malam selalu berbuat maksiat dengan berbagai macam dosa kepada-Nya, diantara mereka ada segolongan yang ditimpa musibah “menganggap kecil dosa” , maka engkau lihat salah seorang mereka menganggap enteng dosa-dosa kecil yang ia lakukan, seperti dengan mengatakan : “memandang dan berjabat tangan dengan wanita yang bukan muhrim tidaklah berakibat apa-apa”. Dan mereka menikmati pandangan-pandangan haram yang terdapat di majalah-majalah dan film-film seri, sampai-sampai sebagian dari mereka apabila tahu tentang haramnya suatu masalah ia bertanya dengan nada meremehkah : “Berapa besarnya dosa tersebut? Apakah ia dosa besar atau dosa kecil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau mengetahui kenyataan yang ada maka bandingkanlah dengan dua atsar berikut ini yang terdapat dalam Shahih Bukhari -semoga Allah merahmatinya- :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas Radhiallahu 'anhu, ia berkata : “sesungguhnya kalian berbuat amalan yang menurutmu lebih halus dari rambut, tetapi kami di masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menganggapnya sebagai dosa besar yang membinasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu 'anhu, ia berkata : “Sesungguhnya seorang mu’min, ia melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk dibawah gunung, ia takut kalau gunung itu jatuh menimpanya.  Dan sesungguhnya seorang fajir (yang banyak berbuat dosa) melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang hinggap di hidungnya maka ia berbuat demikian menggerakkan tangannya maka ia mengusirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidaklah mereka (yang menganggap enteng suatu dosa) memikirkan betapa bahayanya perkara ini, padahal Nabi mereka Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah bersabda yang artinya : “ Hati-hatilah kalian dengan dosa kecil, sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil bagaikan satu kaum yang turun kepada kembah, maka seorang datang membawa kayu bakar, dan yang lainnya membawa sepotong juga, sehingga mereka membawa sesungguhnya dosa-dosa kecil membinasakan pelakunya ketika ia dihisap.” Dan dalam riwayat lain : “Hati-hatilah kalian terhadap dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu apabila berkumpul pada orang tersebut akan membinasakannya.” H.R. Ahmad  (lihat Shahih Al Jami’ no. 2686-2687)&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Para ulama menyebutkan bahwa dosa kecil yang dibarengi dengan tidak adanya malu, tidak perduli, tidak ada rasa takut kepada Allah, ditambah dengan sikap meremehkannya akan mengakibatkan terjerumus ke dalam dosa besar, bahkan dosa kecil tadi berubah menjadi setingkat dengan dosa besar. Oleh karena itu tidaklah disebut dosa kecil apabila dilakukan terus-menerus, dan tidaklah  disebut dosa besar apabila dibarengi dengan bertaubat (istigfar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami mengatakan kepada orang yang keadaannya demikian : “Janganlah engkau melihat kepada kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada siapa engkau berbuat maksiat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kata-kata ini dapat bermanfaat bagi orang-orang yang benar, yaitu mereka yang selalu merasa penuh dosa dan kelalaian, bukan mereka yang tidak peduli terhadap kesesatan mereka dan bukan pula mereka yang terus menerus dalam kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kata-kata ini untuk mereka yang beriman kepada firman Allah :&lt;br /&gt;( نبىّء عبادى أنىّ أنا الغفور الرحيم )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang “ (Q.S. Al Hijr 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu mereka beriman pula kepada firman-Nya :&lt;br /&gt;(وأنّ عذابى هو العذاب الأليم)&lt;br /&gt;“Dan bahwa sesungguhnya adzab-Ku adalah adzab yang sangat pedih.”  (Q.S. Al Hijr 50)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112545854072947023?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112545854072947023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112545854072947023&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112545854072947023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112545854072947023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/bahaya-menganggap-enteng-dosa.html' title='[^] Bahaya Menganggap Enteng Dosa'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112520727288776071</id><published>2005-08-28T12:32:00.000+07:00</published><updated>2005-08-28T12:34:32.896+07:00</updated><title type='text'>[*] Jama'ah yang Efektif</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin jauh lebih realistis untuk mencari jama'ah yang efektif ketimbang mencari jama'ah yang ideal. Kita adalah ummat yang sakit. Setiap kita mewarisi kadar tertentu dari penyakit tersebut. Jika orang-orang sakit itu saling bertemu dalam sebuah jama'ah, pada dasarnya jama'ah itu juga merupakan jama'ah yang sakit. Itulah faktanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tugas kita menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan. Jama'ah yang efektif adalah jama'ah yang dapat mengeksekusi atau merealisasikan rencana-rencananya. Kemampuan eksekusi itu lahir dari integrasi antara berbagai elemen; ada sasaran dan target yang jelas, strategi yang tepat, sarana pendukung yang memadai, pelaku yang bekerja dengan penuh semangat, lingkungan strategi yang kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah yang didirikan untuk kepentingan menegakkan syariat Allah Swt di muka bumi, akan menjadi efektif apabila ia memiliki syarat-syarat berikut ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ikatannya aqidah, bukan kepentingan. Orang-orang yang bergabung dalam jama'ah itu disatukan oleh ikatan aqidah, dipersaudarakan oleh iman, dan bekerja untuk kepentingan Islam. Mereka tidak disatukan oleh kepentingan duniawi yang biasanya lahir dari dua kekuatan syahwat; keserakahan (hubbud dunya) dan ketakutan (karahiatul maut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jama'ah itu sarana, bukan tujuan. Jama'ah itu tetap diposisikan sebagai sarana, bukan tujuan. Sehingga tidak ada alasan untuk memupuk dan memelihara fanatisme sekadar untuk menunjukkan kesetiaan pada grup. Hilangnya fanatisme juga memungkinkan jama'ah- jama'ah itu saling bekerja sama diantara mereka, membangun jaringan yang kuat, dan tidak terjebak dalam pertarungan yang saling mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sistem, bukan tokoh. Jama'ah itu akan menjadi efektif jika orang-orang yang ada di dalamnya bekerja dengan sebuah sistem yang jelas, bukan bekerja dengan seseorang yang berfungsi sebagai sistem. Pemimpin dan prajurit hanyalah bagian dari strategi, sistem adalah sesuatu yang terpisah. Dengan cara ini kita mencegah munculnya diktatorisme dimana selera sang Pemimpin menjelma menjadi sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, penumbuhan, bukan pemanfaatan. Sebuah jama'ah akan menjadi efektif jika ia memandang dan menempatkan orang-orang yang bergabung ke dalamnya sebagai pelaku-pelaku, yang karenanya perlu ditumbuh- kembangkan secara terus menerus, untuk fungsi pencapaian tujuan jama'ah itu. Jama'ah itu akan menempatkan dirinya sebagai fasilitator bagi perkembangan kreativitas individunya, dan tidak memandang mereka sebagai pembantu-pembantu yang harus dipaksa bekerja keras, atau sapi- sapi yang dungu yang harus diperah setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengelola perbedaan, bukan mematikannya. Jama'ah yang efektif selalu mampu mengubah keragaman menjadi sumber kreativitas kolektifnya. Dan itu dilakukan melalui mekanisme syuro yang dapat memfasilitasi setiap perbedaan untuk diubah menjadi konsensus..&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112520727288776071?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112520727288776071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112520727288776071&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112520727288776071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112520727288776071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/jamaah-yang-efektif.html' title='[*] Jama&apos;ah yang Efektif'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112486610212800423</id><published>2005-08-24T13:46:00.000+07:00</published><updated>2005-08-24T13:48:22.136+07:00</updated><title type='text'>[^] Diam Itu - Tidak Selamanya - Emas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Orang yang diam terhadap suatu kemungkaran ibarat setan yang bisu” (Abu Ali bin Daqqaq). Diam ternyata tidak selamanya bernilai emas atau baik. ketika kita diam terhadap suatu kemungkaran, misalnya, maka itu akan sama halnya dengan tidak baik. Bahkan, Rasulullah SAW menyamakan diam tersebut dengan ikut membiarkan suatu keburukan terjadi. Bahkan pada diam ketika mampu untuk mencegahnya, bisa sama dengan telah ikut melakukan keburukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya sangatlah wajar kalau Abu Ali bin Daqqaq mengibaratkan orang yang diam dalam keadaan demikian itu dengan setan. Memang kadangkala, kita tidak mampu memahami diri, apakah sedang diam terhadap kemungkaran atau sedang melakukan sesuatu untuk mencegahnya. Hal ini terjadi karena bisa jadi kemungkaran itu sedang dilakukan oleh orang-orang tertentu seperti oleh kerabat, orang-orang yang disegani atau mungkin oleh diri sendiri. Dalam posisi demikian, sebahagian kita amat sulit untuk tegas, sehingga terjadilah yang namanya ketidakadilan. Ketidakadilan yang dimaksud adalah, kita baru mampu melihatnya sebagai suatu kemungkaran manakala dilakukan oleh orang lain, terutama oleh orang-orang yang berseberangan pendapat dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah menganjurkan kita untuk selalu menegakkan keadilan, tak terkecuali untuk diri sendiri. Berkenaan dengan hal ini, Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap diri kalian sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabat kalian. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kalian kerjaan” (QS an-Nisaa`: 135)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112486610212800423?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112486610212800423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112486610212800423&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112486610212800423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112486610212800423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/diam-itu-tidak-selamanya-emas.html' title='[^] Diam Itu - Tidak Selamanya - Emas'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112442158401407322</id><published>2005-08-19T10:18:00.000+07:00</published><updated>2005-08-19T10:22:29.673+07:00</updated><title type='text'>[+] Ada Saatnya Untuk Berhenti...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu memang tak pernah berhenti berjalan, meski manusia di dalamnya tak bergerak sekali pun. Beruntunglah orang-orang yang selalu mengisi kehidupannya dengan berbagai macam kegiatan dan amalan. Semangat dan tekad yang kuat di dalam hati memang mampu membuat manusia bergerak layaknya air yang mengalir,terus bergerak mengikuti arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita yakin bahwa hidup ini cuma sekali dan dunialah tempat kita menempa amal, mempersiapkan bekal yang terbaik sebelum akhirnya memasuki akhirat yang kekal, maka sepatutnya kita paham bahwa tak ada waktu yang boleh disia-siakan. Begitu banyak yang bisa dan harus kita kerjakan. Bahkan terkadang kita merasa bahwa waktu 24 jam yang diberikan masih kurang jika harus dibagi untuk mengerjakan amanah pekerjaan, kuliah, dakwah, keluarga, dan mengurusi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlomba-lombalah dalam mengerjakan kebaikan, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan. Tapi terkadang ketika kita begitu sibuk mengerjakan amanah, ada hal-hal yang kita abaikan. Saudaraku, cobalah bertanya pada diri sendiri. Jujurlah pada nurani. Sudahkah hak-hak diri kita tunaikan? Apakah ibadah kita tetap terjaga? Atau justru tilawah semakin berkurang dan malam demi malam selalu terlewatkan tanpa sempat sujud meski hanya dua rakaat di sepertiga malam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, maka sesekali perlu berhenti untuk beristirahat atau mengisi bahan bakar kendaraan. Seperti itulah layaknya kita. Ketika bergerak, harus ada waktu dimana kita mengisi kekuatan, menenangkan pikiran, baru kemudian bergerak lagi. Rasakanlah betapa kosongnya hati ketika salat kita tak lagi khusyuk (bahkan terburu-buru), tilawah kita tak pernah mencapai target, Dhuha tak sempat dilakukan, dan akhirnya malam hanya meninggalkan lelah yang amat sangat. Apakah itu yang kita rasakan saat ini?Jika iya, maka berhentilah sejenak. Sejenak saja... tanyalah pada diri, sudah sejauh mana kita tidak lagi tawazun (seimbang) pada diri? Saudaraku, benahilah kembali hak-hak diri dan orang lain yang selama ini mengkin terabaikan. Shalatlah sambil mengingat dosa-dosa yang mungkin sering kita lakukan tanpa kita sadari. Perbanyak doa agar kita selalu diberi kekuatan dan kesabaran. Bacalah Al-quran sambil merenungkan maknanya. Kerjakan amalan sunnah yang selama ini mungkin jarang sekali tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Beruntunglah orang yang melakukan tasbih (shalat) ketika manusia sedang tertidur.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ia pendam keinginannya diantara tulang rusuknya (dadanya).&lt;br /&gt;Dalam suasana yang diliputi ketenangan yang khusyu.&lt;br /&gt;Berdzikir kepada Allah sedang air matanya mengalir.&lt;br /&gt;Kelak air matanya itu di kemudian hari akan menjadi pelita.&lt;br /&gt;Guna menerangi jalan yang ditempuhnya di hari perhimpunan.&lt;br /&gt;Seraya bersujud kepada Allah di penghujung malam.&lt;br /&gt;Kembalilah kepada Allah dengan hati yang khusyu.&lt;br /&gt;Dan berdoalah kepada-Nya dengan mata yang menangis.&lt;br /&gt;Niscaya Dia akan menyambutmu dengan pemaafan yang luas.&lt;br /&gt;Dan Dia akan menggantikan semua keburukanmu itu.&lt;br /&gt;Dengan kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepadamu tanpa habis-habisnya.&lt;br /&gt;Semua pemaafan itu diberikan bagi hamba yang kembali pada-Nya.&lt;br /&gt;Sebagai karunia yang berlimpah dari Pencipta alam semesta.&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang segera bertaubat kepada-Nya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(gubahan Walid)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berhenti sejenak bukan berarti lantas mematahkan langkah dan menghambat tujuan. Justru kita harus berhenti sejenak untuk mengisi kekuatan kita dan melihat apa saja yang telah kita lakukan. Karena kita adalah manusia, bukan batu karang yang tetap berdiri meski diterjang ombak. Karena kita adalah manusia, bukan gunung tinggi yang tetap kokoh meski diterpa angin kencang.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112442158401407322?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112442158401407322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112442158401407322&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112442158401407322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112442158401407322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/ada-saatnya-untuk-berhenti.html' title='[+] Ada Saatnya Untuk Berhenti...'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112433476592867508</id><published>2005-08-18T10:11:00.000+07:00</published><updated>2005-08-18T10:14:15.753+07:00</updated><title type='text'>[^] Mengucap Insya Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali dengan menyebut “Insya Allah” (QS al-Kahfi: 23-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak orang merasa lega dengan ditandatanganinya kesepakatan damai antara Pemerintah RI dan GAM di Helsinki, namun terwujudnya suasana damai setelah itu tidak bisa dikatakan pasti. Sebab, manusia sebagaimana dimahfumkan oleh Sang Pencipta, Allah SWT, tidak akan tahu pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Karena keterbatasan pengetahuan itulah, yang agak tepat untuk dikatakan adalah: dengan penandatanganan kesepakatan damai itu, insya Allah akan terwujud perdamaian antara kita di masa selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembubuhan kata “insya Allah” harus selalu diupayakan dalam setiap pekerjaan manusia. Sebab, manusia hanya diwajibkan berusaha sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, selanjutnya adalah urusan Allah. Ketika dibubuhi dengan kata “Insya Allah” yang berarti kalau Allah menghendaki, maka dengan sendirinya perjanjian damai itu akan bermakna akan terjadi kalau Allah menghendaki. Bisa jadi, dan sering terjadi dalam kenyataan, apa yang telah diupayakan manusia dengan seyakin-yakinnya akan tercapai sebagaimana yang diharapkan belakangan tidak demikian, mungkin karena sesuatu hal di luar dugaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya dugaan ini bukan bermaksud untuk memperkecil harapan dari usaha besar manusia tersebut, tetapi lebih untuk menunjukkan kerendahan hati kita sebagai hamba-hambaNya yang dhaif sekaligus menunjukkan pengakuan kita terhadap ke-MahaKuasa-an Allah terhadap segala sesuatu, termasuk terhadap usaha kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, Allah menghendaki kita sebagai hamba-hambaNya untuk berlaku demikian, sebagaimana peringatanNya terhadap Rasulullah SAW dalam ayat di atas. Insya Allah, cita-cita damai kita tercapai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112433476592867508?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112433476592867508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112433476592867508&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112433476592867508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112433476592867508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/mengucap-insya-allah.html' title='[^] Mengucap Insya Allah'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112390067033232190</id><published>2005-08-13T09:33:00.000+07:00</published><updated>2005-08-13T09:40:29.593+07:00</updated><title type='text'>[*] Episode : Tadhiyyah dan Tsabat Li'ilaikalimatillah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari itu, barisan para pemberani berderap rapi seperti gigi sisir yang indah. Langit Madinah menjadi saksi, kuntum-kuntum azzam yang menggelora dalam setiap dada. Mereka berkumpul, bersiap dengan semerbak iman. Di sana, ada sesosok manusia yang mereka cinta sepenuh nafas di raga, Nabi Muhammad SAW. Dari bibir manisnya, sebuah seruan indah bergaung dengan sempurna. Angin sahara menyemilirkan sabda Rasulullah ke setiap gendang telinga para sahabat yang terpanggil untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sembarang pergi, karena berperjalanan menempuh banyak lembah kali ini tidaklah untuk bersenang. Nabi yang Ummi, kekasih yang sungguh mereka cintai dengan begitu benderang, mengembankan sebuah amanah. Berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pergi, mereka mendengar untaian pesan nabi. Sebuah taklimat yang mereka patri dalam-dalam di relung dada:"Pabila Zaid syahid atau terluka, maka panglima kalian adalah Ja'far bin Abi Thalib.Jikalah Allah mentakdirkan Ja'far gugur dan terluka,adalah Abdullah bin Rawahah yang kan menggantikannya.Dan ketika Abdullah pun mengalami hal serupa, kalian diperkenankan memilih sendiri panglima pemberani"Sebelum berderap menuju medan pertempuran, mereka masih juga mendengar dengung indah lantunan perintah Rasulullah, yang disemat baik-baik oleh para perindu surga :"Jangan bunuh anak kecil,jangan bunuh perempuan, jangan menebang pepohonan, dan janganlah engkau menghancurkan rumah tempat bernaung"Mereka pergi dengan banyak tengadah, kepada yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbaris menjauhi Madinah dengan banyak pinta yang dilantunkan oleh kaum Muslimin, semoga para ksatria kembali dengan membawa kemenangan. Berita keberangkatan pasukan muslimin sudah terlebih dahulu sampai. Pihak musuh saat itu bersiap penuh. Penguasa Heraklius mengumpulkan kelompok-kelompok kabilah di sekitar Syam. Selain itu didatangkan juga bantuan tentara yang terdiri dari orang Yunani dan orang Arab. Sejarah mengisahkan jumlah pasukan Rumawi yang bersiaga mencapai dua ratus ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengetahui jumlah yang akan dihadapi begitu jauh dari perkiraan, banyak dari para sahabat yang merasakan kekhawatiran. Namun, Abdullah bin Rawahah yang dikenal berani dan suka bersyair itu dengan lantang berkata: "Saudaraku, apa yang tidak kita senangi, justru itu yang kita cari sekarang ini, kita memerangi mereka bukan karena kehebatan senjata, bukan karena kekuatan dan juga bukan karena jumlah yang besar. Kita perangi mereka hanya karena kita mencinta agama yang dengannya Allah memuliakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah saudaraku, kita maju. Kita rengkuh satu dari dua pahala : menang atau mati syahid". Dan semangat para sahabat kembali menyala. Dengan mengucap basmalah, mereka kembali maju mendekati musuh.Di perbatasan Balqa', desa Masyarif, akhirnya kedua pasukan bertemu, kaum Muslimin mengelak ke daerah Mu'tah sebuah desa di pinggiran Syam yang mereka anggap dapat dijadikan kubu pertahanan. Perang berkecamuk. Mu'tah mengabadikan keagungan iman para ksatria yang melawan dengan jumlah musuh tak sebanding. Zaid sebagai panglima melesat ke tengah peperangan seperti anak panah lepas dari busur tanpa sedikit keraguan pun. Kematian bukan hal yang ditakutinya, ia merindukan kemenangan atau mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helai cinta kepada Al-Musthafa terjalin begitu rapi, hingga Zaid terus mengingat senandung jaminan manusia berparas mempesona, masuk surga. Zaid terus bertempur, mengayun pedang, mengejar musuh dan mempertahankan bendera. Namun badannya tak mempunyai mata, beberapa tombak tak kuasa ia elak. Tombak-tombak musuh kian memburunya. Zaid tersungkur, wajahnya mencium jelita pasir yang bersimbah merah. Bendera tetap berada dalam genggaman. Ia rasakan tubuhnya semakin ringan, padahal kulitnya tak lagi sempurna, tak ada celah selain robek akibat ratusan tombak para sang durja. Sejeda kemudian, ada nafas terhembus dari raga sang panglima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degup jantungnya berhenti, tak ada lagi denyut nadi. Panji Islam, tertancap agung di sebelahnya. Kibarnya mengangkasakan ruh yang disambut para bidadari dari surga. Kekasih Rasulullah pergi, temui Rabb yang Maha Tinggi.Ja'far melesat mengais bendera dan kini bendera berkibar di tangan pemberaninya. Kecamuk perang kian berdentang. Pedang beradu pedang, tombak melayang tak kenal arah, kepala terpenggal, dada tertembus, belum lagi pekikan. Dan pabila terdengar gema Allahu Akbar, maka semakin banyak dada para pemberani membusung menjemput musuh. Bau amis menyeruak pengak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ja'far melaju ke tengah kancah. Tak ada rasa takut yang hinggap, ia menyambut para penyerangnya. Mu'tah bersaksi, banyak bibir sahabat tersenyum menyongsong penghilang kesenangan. Tak terkecuali dengan sang pengganti panglima, Segera ia melompat dari kuda kebanggaan. Sekali tebas, kaki-kaki kekar kudanya telah terbelah. Bukan, bukan ia tak mengenal kasih sayang, ia hanya khawatir kudanya kelak menjadi tunggangan musuhnya. Kini ia berada di pepasir Mu'tah, mengayun pedang dan mempertahankan bendera. Panji kebangggan Islam, terus terbumbung di angin sahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau udara tak lagi sama. Ja'far terus menyongsong pasukan Rumawi sepenuh keimanan dalam hatinya. Sebuah syair ia bumbungkan ke angkasa. Deru angin membantu menghantar syairnya menembus langit dan pendengaran para prajuritnya : Oh semerbak surga kian mendekat Segar dan sejuk gemericik air minumnya Ada banyak kemilau tahta di sana Dan Rum,Adalah Rum yang dekat azabnya,Kafir dan sangat jauh hubungan nasabnya Bila bertemu, ku kan segera memenggal mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik selanjutnya, sebilah pedang terhunus merenggut sebelah tangan kanan pemegang bendera. Ja'far mundur. Tangan sebelah kirinya masih sempurna, wajah tampan yang mirip dengan raut Rasulullah itu masih tersenyum meraih panji kebanggan. Ia kembali melesat, menerjang pasukan berbaju besi. Dan kali ini tangan yang sebelah kiripun putus, dibabat penuh sang durja dari Romawi. Apakah Ja'far menangis pedih? Tidak, ia masih saja menerbangkan senyum kesyukuran, panji Islam tak boleh jatuh. Ia mendekap amanah Rasulullah dengan sisa tangan dan dadanya. Panji tetap berada di ketinggian. Ja'far memandang kibar bendera di angkasa, membayangkan seraut wajah yang melimpahinya kesayangan, wajah rembulan Al-Musthafa. Ingin sekali ia melaju lagi, namun badannya kini terbelah, pedang musuh begitu pongah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepasir Mu'tah menyambut sang syuhada. Ja'far rubuh menyusul panglima pertama. Awan berarak, udara bergerak, suara semakin memekak, namun tubuh Ja'far sunyi. Setelah Ja'far syahid, Abdulllah bin Rawahah lah yang kini menyambut panji amanah Rasulullah. Dengan berkuda ia meraih bendera, sementara ia berfikir untuk turun, ia ragu sejenak. Mengenang sang pemberi amanah, langsung ia mengenyahkan keraguan dalam hatinya. "Kenapa engkau masih membenci surga wahai Abdullah," itulah yang dikatakannya kepada dirinya sendiri. Dengan hati lapang, ia maju sebagai panglima yang ketiga. Dan ternyata pilihannya tidak salah, ia pun syahid menyusul panglima-panglima kebanggaan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah syahidnya Abdullah maka para sahabat melakukan pemilihan pemimpin pasukan, dan jatuhlah pilihan kepada bahu Khalid bin Walid yang terkenal ahli strategi perang. Khalid yang melihat kekuatan musuh begitu tangguh sedangkan semangat pasukan muslim kian melemah, mengatur siasat. Anak buahnya di posisikan berpencar dengan jumlah yang kecil. Posisi itu memanjang dan berada di belakang sisa pasukan. Ketika pagi tiba, pasukan yang berpencar itu melakukan hiruk pikuk yang riuh rendah hingga menimbulkan kesan bala bantuan datang dari pasukan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang kesan itu membuat gentar pihak musuh, mereka berfikir beribu kali untuk melakukan pertempuran. Pihak Rumawi kemudian memerintahkan pasukannya mundur. Hingga kesempatan ini digunakan Khalid juga untuk menarik pasukannya kembali ke Madinah. Pertempuran ini tidak memberikan kemenangan bagi ke dua belah pihak. Pasukan Muslimin pulang tanpa kemenangan dan juga kekalahan.***Berita petaka Mu'tah, segera sampai. Nabi berduka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas, langkahnya menuju rumah para panglima yang menjadi syuhada.Tiba di rumah Zaid bin Harits yang merupakan anak angkatnya, saat itu tak seperti biasanya Nabi menangis atas sebuah kematian, hingga para sahabat yang menyaksikan bertanya-tanya dan khawatir. "Duhai manusia pilihan, mengapakah engkau menangisi sebuah kepergian ?" tanya mereka kepada Nabi.&lt;br /&gt;Lembah madinah menjadi saksi, ketika bibir manis sang Al-Musthafa mendendangkan sebuah jawaban: "Ini adalah tangisan seorang kekasih kepada kekasihnya".Untuk Ja'far, Al-Musthafa menggemakan suaranya di lengang udara "Aku, Muhammad, telah melihat Ja'far bersenang dalam Jannah memiliki dua sayap berbulu putih, berlumur darah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mereka bertiga, yang telah syahid sebagai panglima, sebagai ksatria di taman sejarah, dalam satu peristiwa yang sama, dalam ekspedisi Mu'tah. Nabi berkata, "Mereka telah diangkat ke surga dan berada di ranjang emas"***Berbahagialah para perindu surga seperti mereka. Tidakkah kita menginginkan kenikmatan bertemu bidadari yang menurut Nabi, kerudung yang menyapu kepalanya saja tak pernah akan sebanding dengan keindahan yang pernah kau saksikan di dunia. Tidakkah kau memendam keinginan untuk tamasya ke sana? Menjumpai bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuktikan syair Ibnul Qayyim dalam kasidahnya:&lt;br /&gt;Kami bidadari jelita,Abadi..., suci..., pelepas dahaga&lt;br /&gt;Pandanglah kami, dan kau kan mampu berkaca&lt;br /&gt;Untuk apa ada sebening cermin Jika ada pipi merona&lt;br /&gt;Dan senyuman mutiara Pasangan kami Orang yang mulia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112390067033232190?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112390067033232190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112390067033232190&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112390067033232190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112390067033232190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/episode-tadhiyyah-dan-tsabat.html' title='[*] Episode : Tadhiyyah dan Tsabat Li&apos;ilaikalimatillah'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112373032141366605</id><published>2005-08-11T10:16:00.000+07:00</published><updated>2005-08-11T10:19:28.913+07:00</updated><title type='text'>[^] Kualitas Keimanan Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi.” (QS al-Hajj: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Allah tersebut menggugah kita sebagai hamba-hambaNya untuk senantiasa memahami posisi diri: sedang dalam keadaan berimankah atau masih berada di tepi. Orang yang berada di tepi ini tak lain adalah orang yang mengaku beriman kepada Allah tetapi tidak dengan penuh keyakinan. Tanda-tandanya, jika memperoleh kebaikan, tetaplah ia dalam keadaan demikian (QS al-Hajj: 11). Kebaikan-kebaikan tersebut tidak membuatnya tergugah untuk meningkatkan keimanan atau rasa syukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat, orang yang berada dalam keadaan demikian sangat labil jiwanya. Sehingga, Allah mengingatkan, “Jika orang tersebut ditimpa suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang” (QS al-Hajj: 11), atau kembalinya ia kepada kekafiran atau ingkar kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda yang disebutkan Allah di atas kiranya sudah cukup jelas dan mungkin tidak sedikit dilakukan oleh sebahagian kita. Kita tidak menyadari kalau sedang menikmati kebaikan-kebaikan yang diberikan Allah, sehingga semua itu jarang disyukuri dengan mempertebal keimanan kepadaNya. Sedangkan ketika sedikit merasa terjepit, segala cara yang dilarang dan bahkan mengundang laknat Allah, dilakukan, tak terkecuali menjadi murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kita yang demikian sesungguhnya merugikan diri kita sendiri. Sebagaimana peringatan Allah, “Rugilah ia (yang demikian itu) di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata (QS al-Hajj: 11).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112373032141366605?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112373032141366605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112373032141366605&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112373032141366605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112373032141366605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/kualitas-keimanan-kita.html' title='[^] Kualitas Keimanan Kita'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112346956917405847</id><published>2005-08-08T09:51:00.000+07:00</published><updated>2005-08-08T09:54:23.393+07:00</updated><title type='text'>[+] Berbahagialah Meski Mendapat Musibah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Membaca judul di atas mungkin Anda bertanya-tanya, apakah saya tak salah tulis. Anda mungkin berkata, ''Bukankah akan lebih berbahagia kalau kita sama sekali tak punya masalah?'' Kalau demikian, Anda salah besar! Dimana ada kehidupan, disitu pasti ada permasalahan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju?&lt;br /&gt;Ada kata-kata bijak dari Norman V Peale yang patut Anda renungkan. Dalam bukunya You Can If You Think You Can, ia mengatakan, ''Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada Anda? Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? Tidak! Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah Anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas bukan sekedar kata-kata indah untuk menghibur Anda yang sedang kalut menghadapi suatu masalah. Ini adalah perubahan paradigma dan cara berpikir. Keadaan apa pun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kita lah yang memberikan label positif atau negatif terhadapnya. Seperti yang dikatakan filsuf Cina, I Ching, ''Peristiwanya sendiri tidak penting, tapi respon terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini contoh sederhana. Sebagai seorang fasilitator yang memberikan pelatihan di berbagai perusahaan, saya pernah menghadapi penolakan dari klien semata-mata karena usia saya yang dianggap terlalu muda. Saya pernah menganggap ini masalah besar. Bagaimana tidak? Ini menyangkut kredibilitas saya. Saya kemudian memikirkannya berhari-hari. Kepercayaan diri saya mulai terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-kelamaan saya sadar bahwa penolakan semacam ini adalah hal biasa. Justru ini adalah kesempatan untuk berkembang. Karena itu, saya segera menggali kebutuhan klien dan mencari pendekatan yang lebih dapat diterima. Saya terus meningkatkan kompetensi, sampai akhirnya saya dapat diterima oleh perusahaan tersebut. Kalau demikian, penolakan awal itu sama sekali bukan sebuah masalah, tapi sebuah peluang yang sangat berharga.&lt;br /&gt;Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayang, lebih banyak orang yang menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Mereka tak mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Ibarat mendaki gunung, ada orang yang bertipe Quitters. Mereka mundur teratur dan menolak kesempatan yang diberikan oleh gunung. Ada orang yang bertipe Campers, yang mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat yang datar dan nyaman untuk berkemah. Mereka hanya mencapai sedikit kesuksesan tapi sudah merasa puas dengan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe ketiga adalah Climbers yaitu orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian, dan tak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya. Orang seperti ini senantiasa melihat hidup ini sebagai ujian dan tantangan. Ia dapat mencapai puncak gunung karena memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi, mengalahkan tingginya gunung. Orang dengan tipe ini benar-benar meyakini apa yang pernah dikatakan Dag Hammarskjold, ''Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Anda mencapai puncaknya. Karena begitu ada di puncak, Anda akan melihat betapa rendahnya gunung itu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua masalah sebenarnya adalah rahmat terselubung bagi kita. Mereka ''berjasa'' karena dapat membuat kita lebih baik, lebih arif, lebih bijaksana, dan lebih sabar. Anda baru dapat disebut manajer yang baik kalau Anda mampu memimpin seorang bawahan yang sulit, yang membuat para manajer lain angkat tangan. Anda baru menjadi orang tua yang baik kalau Anda dapat menangani anak yang bermasalah, atau pun menantu yang keras kepala, yang melakukan sesuatu melebihi batas kesabaran Anda. Anda baru dapat disebut profesional kalau Anda mampu menangani pelanggan yang cerewet yang sering mengeluh dan banyak maunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai kesuksesan Anda perlu memiliki adversity quotient, yaitu kecerdasan dan daya tahan yang tinggi untuk menghadapi masalah. Kecerdasan tersebut dimulai dari merubah pola pikir dan paradigma Anda sendiri. Mulai lah melihat semua masalah yang Anda hadapi sebagai peluang, kesempatan, dan rahmat. Anda akan merasa tertantang, namun tetap mampu menjalani hidup yang tenang dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah jika Anda memiliki masalah. Itu artinya Anda sedang hidup dan berkembang. Justru bila Anda tak punya masalah sama sekali, saya sarankan Anda segera berdoa, ''Ya Tuhan. Apakah Kau tak percaya lagi padaku, sehingga Kau tak mempercayakan satu pun kesulitan hidup untuk saya atasi?'' Dengan berdoa demikian Anda tak perlu khawatir. Tuhan amat mengetahui kemampuan kita masing-masing. Ia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya.&lt;br /&gt;Have a nice day ...^_^&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112346956917405847?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112346956917405847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112346956917405847&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112346956917405847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112346956917405847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/berbahagialah-meski-mendapat-musibah.html' title='[+] Berbahagialah Meski Mendapat Musibah'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112321410251543758</id><published>2005-08-05T10:53:00.000+07:00</published><updated>2005-08-05T15:59:13.566+07:00</updated><title type='text'>[*] Siklus Kemenangan dan Kekalahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam banyak firman dan ayat-Nya, Allah seringkali mengisyaratkan pada kita, bahwa kemenangan dan kekalahan itu selalu dipergilirkan. Seperti roda, kata orang-orang tua. Kadang di atas, ada saatnya pula berada di bawah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan perjalanan sejarah dunia. Dulu pada zamannya, bangsa Romawi adalah pemimpin peradaban dunia. Lalu ia turun dan digantikan oleh bangsa lainnya. Lalu kaum Muslim memimpin peradaban dengan segala konsepnya. Melahirkan orang-orang pilih tanding, baik dari sisi akhlak dan moral, maupun intelektual dan ilmu pengetahuan. Tapi seperti kata Allah, kemenangan dan kekalahan selalu dipergilirkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan kini peradaban sedang dipimpin oleh bangsa Barat, diwakili oleh Amerika sebagai pencetus komandonya. Tapi sekali lagi, roda pasti berputar, bagaimana pun kuatnya laju putaran ditahan. Sesungguhnya, bukan saja tentang waktu, tapi lebih dari itu, kemenangan adalah soal persiapan. Siapapun yang paling siap untuk menang, maka ia akan menempati urutan pertama mendapatkan giliran kemenangan selanjutnya. Siapapun yang lebih lengkap persyaratannya untuk menang, waktu hanya tinggal giliran. Pertanyaan itulah yang seharusnya kita ajukan pada diri sendiri, pada komunitas kita, pada kaum yang mendambakan kemenangan. Sudah sejauh mana persiapan, persyaratan dan mental sebagai pemenang telah disiapkan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi para pemimpi, teruslah bermimpi tentang kemenangan dan kebangkitan. Semuanya tak akan pernah terjadi, tanpa membangun persiapan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi, bagi orang-orang yang membangun mimpinya menjadi kenyataan, kemenangan hanya sasaran antara. Sama sekali bukan tujuan. Pada masanya, dalam Perang Khandaq, pasukan Ahzab yang mengepung dan melumpuhkan penghuni Madinah sempat meniriskan harapan kaum Muslimin. Lalu Rasulullah berseru pada orang-orang beriman, “Sesungguhnya tiada kehidupan kecuali kehidupan akhirat!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itulah tujuan kemenangan yang paling tinggi. Kemenangan akhirat. Kemenangan yang bisa dicapai, baik ketika kemenangan dunia ada di tangan atau tidak. Maha Suci Allah yang selalu benar atas janji-Nya. Tiada seorang pun yang memenangkan akhirat, kecuali kemenangan dunia akan menjadi miliknya juga. Karena Allah telah berjanji, siapapun yang menolong agamanya, Allah akan menolongnya dan memberikan kemenangan dunia untuknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika hari ini kemenangan itu belum tiba untuk kita, bukan berarti musuh yang begitu perkasa. Tapi bisa jadi, karena kita kehilangan arah. Kehilangan kemenangan sejati, memperjuangkan agama Allah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentang kasus walikota Depok... Hanya Allah semanta yang berhak memberikan amanah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Kita hanya wajib berusaha untuk mempertahankan dengan segala yang kita bisa karena kita yakin kita telah melewati proses dengan Haq.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Innal bathila kana zahuqa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[pasca putusan kontroversial dari gedung PT Jabar yang menganulir kemenangan pasangan dari partai dakwah]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112321410251543758?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112321410251543758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112321410251543758&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112321410251543758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112321410251543758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/siklus-kemenangan-dan-kekalahan.html' title='[*] Siklus Kemenangan dan Kekalahan'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112303878234737540</id><published>2005-08-03T10:10:00.000+07:00</published><updated>2005-08-03T10:13:02.356+07:00</updated><title type='text'>[+] God Works in a Mysterious Way</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketika Tuhan berkata "TIDAK"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku kesabaran.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.&lt;br /&gt;Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sedikit Renungan :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali -- orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan-orang lain dengan mudah berganti pasangan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es.&lt;br /&gt;Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam(maklum anak kecil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru&lt;br /&gt;boleh minum es "susu murni nasional"yang lezat itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[syukron kepada ***s atas kiriman email ini, barakallahu lak]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112303878234737540?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112303878234737540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112303878234737540&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112303878234737540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112303878234737540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/god-works-in-mysterious-way.html' title='[+] God Works in a Mysterious Way'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112286531243153108</id><published>2005-08-01T09:59:00.000+07:00</published><updated>2005-08-01T10:01:52.436+07:00</updated><title type='text'>[^] Bening Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di masjid dikelilingi para sahabat.Beliau tengah mengajarkan ayat-ayat Qur'an. Tiba-tiba Rasulullah berhenti sejenak dan berkata,"Akan hadir diantara kalian seorangcalon penghuni surga". Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati,siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini?. Dengan antusias mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, seorang laki-laki melenggang masuk masjid.Para sahabat heran, inikah orang yang dimaksud Rasulullah? Dia tak lebih dari seorang laki-laki dari kaum kebanyakan. Dia tidak termasuk di antara sahabat utama. Dia juga bukan dari golongan tokoh Quraisy.Bahkan, tak banyak yang mengenalnya. Pun, sejauh ini tak terdengar keistimewaan dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, kejadian ini berulang sampai tiga kali pada hari-hari selanjutnya.Tiap kali Rasulullah berkata akan hadir di antara kalian seorang calon penghuni surga, laki-laki tersebutlah yang kemudian muncul.&lt;br /&gt;Maka para sahabat pun menjadi yakin, bahwa memang laki-laki itulah yang dimaksud Rasulullah. Mereka juga menjadi semakin penasaran, amalan istimewa apakah yang dimiliki laki-laki ini hingga Rasulullah menjulukinya sebagai calon penghuni surga?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, para sahabat pun sepakat mengutus salah seorang di antara mereka untuk mengamati keseharian laki-laki ini. Maka pada suatu hari, sahabat yang diutus ini menyatakan keinginannya untuk bermalam di rumah laki-laki tersebut. Si laki-laki calon penghuni surga mempersilakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selama tinggal di rumah laki-laki tersebut, si sahabat terus-menerus mengikuti kegiatan si laki-laki calon penghuni surga. Saat si laki-laki makan, si sahabat ikut makan. Saat si sahabat mengerjakan pekerjaan rumah, si sahabat menunggui. Tapi ternyata seluruh kegiatannya biasa saja. "Oh, mungkin ibadah malam harinya sangat bagus," pikirnya. Tapi ketika malam tiba, si laki-laki pun bersikap biasa saja. Dia mengerjakan ibadah wajib sebagaimana biasa. Dia membaca Qur'an dan mengerjakan ibadah sunnah, namun tak banyak. Ketika tiba waktunya tidur, dia pun tidur dan baru bangun ketika azan subuh berkumandang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, si sahabat heran, karena ia tak jua menemukan sesuatu yang istimewa dari laki-laki ini. Tiga malam sang sahabat bersama sang calon penghuni surga, tetapi semua tetap berlangsung biasa. Apa adanya.&lt;br /&gt;Akhirnya, sahabat itu pun pun berterus terang akan maksudnya bermalam.Dia bercerita tentang pernyataan Rasulullah. Kemudian dia bertanya,"Wahai kawan, sesungguhnya amalan istimewa apakah yang kau lakukan sehingga kau disebut salh satu calon penghuni surga oleh Rasulullah? Tolong beritahu aku agar aku dapat mencontohmu".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Si laki-laki menjawab," Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang bisa kuberitahukan padamu.Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan kubuang semua iri, dengki, dendam dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasulullah menjuluki demikian."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan itu, wajah sang sahabat menjadi berseri-seri."Terima kasih kawan atas hikmah yang kau berikan. Aku akan memberitahu para sahabat mengenai hal ini". Sang sahabat pun pamit dengan membawa pelajaran berharga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kawan, kisah di atas barangkali tak lagi asing. Namun tiada rugi untuk ditutur kembali. Surga bukan hanya hak para wali, nabi, syuhada dan ulama. Jika kita merasa hanyalah orang kebanyakan, itu tak berarti kita tak berhak atas nikmat surga. Karena amalan kecil pun bisa menjadi kunci masuk surga. Dan ternyata kebersihan hati itu sangat besar nilainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berputus asa atas rahmatNya. Sungguh Dia Maha Pemberi Karunia.Insya Allah, jika kita ikhlas, tulus dan mengerjakan penuh cinta, Dia takkan menyia-nyiakan hambaNya. Wallahu a'lam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112286531243153108?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112286531243153108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112286531243153108&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112286531243153108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112286531243153108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/08/bening-hati.html' title='[^] Bening Hati'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112260713362037067</id><published>2005-07-29T10:16:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T10:25:34.336+07:00</updated><title type='text'>[^] Ciri dan Bahaya Riya'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada empat ciri orang yang (beramal) riya: malas beramal jika bersendirian, bersemangat beramal bila di depan orang, bertambah amalnya jika dipuji dan menguranginya jika dicela ( Saidina Ali bin Abi Talib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli hikmah mengibaratkan orang yang ria dalam melakukan sesuatu, termasuk melakukan ibadah kepada Allah, itu dengan orang yang pergi ke pasar yang kantongnya diisi penuh dengan batu. Tujuannya tidak lain agar orang-orang melihatnya dengan kagum dan menyangkanya kantongnya penuh dengan uang. Ini bermakna bahwa suatu pekerjaan yang dilakukannya meskipun banyak, sungguh-sungguh, melelahkan, dan bahkan memakan korban jiwa, adalah samasekali perbuatan yang sia-sia. Sebab, suatu pekerjaan yang mengandung riya tidak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, karena yang jelas dia hanya melakukan sesuatu dengan mengharapkan sesuatu pujian dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang beramal dengan ria pada hari kiamat nanti akan disuruh mengambil pahalanya di dunia ini dari orang-orang yang dia beramal untuk orang tertentu. Katankanlah misalnya seorang pemuda yang ingin membantu orang yang terkena tsunami dengan mengharapkan penghargaan pemerintah, bukan ikhlas karena Allah. Akibatnya, pekerjaan itu akan serius dilakukan di daerah-daerah tertentu yang mudah terlihat oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Nabi Muhammad menyamakan amal dengan ria itu dengan syirik. Kata Nabi, Sesuatu yang paling aku takuti terjadi padamu sekalian adalah penyakit syirik kecil. Para sahabat bertanya, Apa itu syirki kecil? Nabi menjawab, Itulah ria.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112260713362037067?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112260713362037067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112260713362037067&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112260713362037067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112260713362037067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/ciri-dan-bahaya-riya.html' title='[^] Ciri dan Bahaya Riya&apos;'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112242439359463710</id><published>2005-07-27T07:29:00.000+07:00</published><updated>2005-07-27T07:34:13.140+07:00</updated><title type='text'>[^] Jangan Bersedih Hanya Karena Musibah Itu….</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/1600/logo_img.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/320/logo_img.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekarang ini, setiap harinya entah berapa banyak manusia yang mengawali pagi harinya dengan tiada sedikitpun rasa semangat dalam diri. Anggapan bahwa hari ini tidak akan lebih baik dari hari kemarin selalu mengubah caranya berpikir. Akibatnya jelas, hal-hal yang tidak semestinya terjadi, terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi, banyak juga manusia yang merasa Allah tidak berlaku adil terhadapnya. Dilihatnya kehidupan temannya di sekitar, ada diantara mereka yang mengenderai mobil ketika menuju ke kantor, ada juga diantara mereka yang mengendarai motor besar ketika ke kantor, sedangkan dia hanya menumpang bus kota yang penuh sesak dengan manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pribadi yang tidak sabar ketika menerima sebuah cobaan hidup padanya. Masih begitu segar dalam ingatan kita, betapa siaran kriminal di televisi akhir-akhir ini sungguh teramat menyedihkan. Seorang pengusaha yang memilih untuk terjun dari apartemennya hanya karena tidak mampu lagi membayar hutang, kisah seorang pelajar yang menggantungkan dirinya hanya karena tidak mampu membayar uang sekolah, ada juga kisah seorang yang meminum baygon karena memang sudah tidak mampu lagi menahan cacian dan makian orang sekitar. Sungguh teramat tragis ending dari perjalanan hidup mereka. Mungkin mereka lupa bahwa akan ada kehidupan setelah kehidupan di dunia ini, kalaulah kiranya mereka ingat bahwa membunuh diri adalah hal yang sangat dilarang dalam agama bahkan termasuk dalam tujuh kategori dosa besar mungkin mereka akan berpikir ulang sebelum mengambil keputusan yang sangat kontraversial tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu muncul sebuah pernyataan dari realita diatas, apa memang begitu caranya menanggapi sebuah permasalahan yang menimpa dalam diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari coba kita perhatikan ayat berikut (Q.S Al-Ankabuut 1-3) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1. Alif laam miim&lt;br /&gt;2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?&lt;br /&gt;3. Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menghentakkan sekaligus menyadarkan kita tentang urgensi dan esensi dari rangkaian ujian yang telah, sedang, dan akan kita jalani dalam proses perjalanan hidup di dunia ini. Bahwa memang Allah sengaja menguji hamba-Nya dengan berbagai macam ujian dan cobaan yang kalau kita cermat memperhatikan, ujian yang diberikan Allah kepada hamba-Nya sangat beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat diatas juga menyebutkan bahwa ujian adalah sebuah keniscayaan bagi mereka yang mengaku beriman kepada Allah, karena hakikat orang yang beriman akan senantiasa konsisten dengan keimanannya apapun dan bagaimanapun kondisinya, baik dalam keadaan senang ataupun sedih. Kelak, akan terlihat siapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan siapa yang bersifat oportunis. Oportunis adalah mereka yang sewaktu-waktu mengatakan beriman padahal sebenarnya mereka tidak beriman, mereka mencoba untuk membohongi Allah dan orang-orang yang benar-benar beriman lainnya, atau dalam bahasa lain oportunis inilah mereka kaum munafik seperti yang telah Allah gambarkan dalam awal surat Al-Baqarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan tanpa maksud Allah memberikan cobaan kepada hamba-Nya. Selain untuk mengetahui siapa yang benar-benar beriman, ujian juga untuk meningkatkan derajat manusia. Nah inilah yang jarang disadari oleh kita. Bukankah setiap ujian Allah yang berhasil kita lewati dengan baik akan semakin meningkatkan derajat kita di hadapan Allah? Bukankah ketinggian derajat Rasulullah karena memang beliau senantiasa mendapat ujian oleh Allah dalam mengemban risalah-Nya? Bukankah ketinggian derajat para shahabat setelah mereka ditimpa ujian oleh Allah? Diantara mereka ada yang telah dijanjikan syurga oleh Rasulullah itu setelah mereka mengorbankan harta, jiwa bahkan keluarganya untuk Islam. Diantara mereka ada yang meninggal dengan dicincang dan dicabik-cabik tubuhnya, ada juga yang mati di tiang gantungan, ada juga yang mati dengan puluhan tusukan dan goresan pedang. Tapi mereka berhasil melewati itu semua dan mereka akhirnya mendapatkan derajat yang teramat tinggi dihadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menerima cobaan hidup dari Allah, kita terkadang terlalu hiperbolik dengan menganggap seolah-olah kita adalah makhluk yang paling sengsara di muka bumi ini, dan tak jarang pula kita menganggap bahwa Allah telah berlaku tidak adil hanya kepada diri kita. Sejenak mungkin kita lupa, bahwa disekitar kita ada banyak manusia yang diberikan ujian yang teramat jauh dan berat dibandingkan kita. Kalau kita mencoba jujur pada diri kita, kita akhirnya menemukan sebuah jawaban, rupanya musibah yang menimpa diri kita itu belum seberapa jika dibandingkan dengan orang lain. Jika kita telah menyadari itu, patutkah kita bersenang karena ujian kita lebih ringan dibandingkan dengan orang lain? Sikap itupun sepertinya kurang tepat, karena semakin tinggi ujian yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya maka semakin tinggi pula derajat hamba tersebut. Dalam sebuah hadist diriwayatkan, bahwa Allah akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya sesuai dengan kadar/derajat hamba tersebut, jika dia berhasil melewati ujian tersebut dengan baik maka derajatnya akan dinaikkan dan akan ditimpakan musibah yang lebih berat lagi dari sebelumnya. Berarti jelas, kita patut khawatir jika musibah yang menimpa kita sangatlah ringan, jangan-jangan derajat kita sangat rendah di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ujian kenaikan kelas, itulah mungkin gambaran yang bisa mendekati arti hadist diatas. Soal ujian yang diberikan kepada murid kelas 1 tentu berbeda kualitasnya dengan murid kelas 2. Pada saat pembagian rapot, murid kelas 1 yang berhasil mengerjakan ujian dengan baik maka dia akan naik kelas 2, dan di kelas 2 nanti dia akan menghadapi soal ujian yang lebih berat dari kelas 1, bagi yang tidak mampu mengerjakan soal ujian dengan baik maka dia tinggal kelas, itu menunjukkan kualitas belajarnya patut dipersoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang menjadi masalah kita hari ini, mari coba kita renungkan bersama. Ambillah sebuah ballpoint dan tulis semua. Setelah kita tulis, kita baru mengetahui bahwa ujian kita sangat sedikit dan sangat rendah kualitasnya, lalu atas landasan apa kita tidak bisa bersabar dalam menghadapi ujian ini? Bukankah kita ingin naik kelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112242439359463710?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112242439359463710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112242439359463710&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112242439359463710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112242439359463710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/jangan-bersedih-hanya-karena-musibah.html' title='[^] Jangan Bersedih Hanya Karena Musibah Itu….'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112226388137620218</id><published>2005-07-25T10:46:00.000+07:00</published><updated>2005-07-25T10:58:59.220+07:00</updated><title type='text'>[+] Rahasia Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/1600/11196890051545l.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/320/11196890051545l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan.Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kakiseseorang tumbuh menjadi kuat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukankekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hat i: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda.&lt;br /&gt;Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama oranglain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakanmereka, sebagai hakim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah jangan pernah merampas atau mengurangi hak orang lain. Lebih indah bila orang berdoa utk kebaikan kita daripada sumpah serapah orang yg teraniaya oleh kita . Perlu diingat, doa yg cepat dikabulkan adalah doa orang teraniaya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikancintanya secara bebas, yang tidak meminta oranglain mencintai mereka terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pinturumah itu terbuka lebar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasakan apa yang dikatakannya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;[terimakasih kepada saudaraku atas kiriman email ini, barakallahu laka]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112226388137620218?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112226388137620218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112226388137620218&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112226388137620218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112226388137620218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/rahasia-kebahagiaan.html' title='[+] Rahasia Kebahagiaan'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112233981783570292</id><published>2005-07-24T08:00:00.000+07:00</published><updated>2005-07-26T08:03:37.846+07:00</updated><title type='text'>[*] Surat Kepada Adek-adek Tercinta : Sinergisitas antara amal dakwah, akademik, dan skill</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;kutuliskan surat ini dengan penuh mengharapkan keikhlasan kepada ALlah, dan saya senantiasa berharap agar ALlah selalu mempersatukan batin kita hanya dalam kenikmatan dalam jamaah ini. semoga ini menjadi salah satu bukti atau minimal menjadi bukti kecil perhatian para alumni terhadap dakwah antum disana, di kampus tercinta. jangan pernah sekali-kali berpikir bahwa alumni telah melupakan dakwah antum di kampus tercinta, tidak, tidak sama sekali... ingatlah, jika sekali waktu antum menemui kesulitan dalam mengemban amanah mulia ini maka jangan ragu-ragu untuk hubungi kami, insya ALlah kami akan senantiasa membantu sesuai dengan kapailitas kami masing-masing. walau kita tidak lagi dipersatukan secara fisik, tapi ingatlah ikhwah fillah, doa rabithah yang senantiasa kita baca bukan tidak membekas, bahkan sangat ! dan persaudaraan kita telah dipersatukan oleh ALlah, kita hanya ingin menjadi seperti yang telah disebutkan Allah dalam hadist, dua orang pemuda yang bertemu dan berpisah hanya karena Allah... semoga Allah memasukkan kita dalam golongan tersebut. Allahumma amien&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;akhi fillah,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dakwah, akademik, dan skill adalah tiga mata rantai yang harusnya tidak bisa terpisahkan dalam pribadi seorang da’I. ketika kita menyebut pribadi da’I maka harusnya yang terbayang di benak kita adalah bukan hanya pribadi yang menghabiskan waktunya hanya dalam masalah dakwah semata, tapi dia melupakan sisi akademik dan skill kemahasiswaannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;seorang da’I harusnya tawazun dalam ketiga hal tersebut. tawazun adalah tidak sama dengan seimbang. jika diibaratkan angka seratus, tawazun bukan berarti 33 1/3 persen untuk dakwah, 33 1/3 persen untuk akademik, dan 33 1/3 persen untuk skill. tapi tawazun adalah proporsional. ada kalanya kita harus mencurahkan seluruh potensi kita hanya untuk akademik di suatu waktu, tapi di waktu lain kita harus mengerahkan seluruh potensi diri kita untuk dakwah dan begitu juga dengan pengembangan skill.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;ketika kita sedang kuliah, maka kerahkanlah perhatian kita hanya untuk mendengar apa yang disampaikan dosen dalam kelas. akan salah kalau ketika menerima mata kuliah kita berpikir tentang hal lain. begitu juga ketika ada sebuah amanah dakwah yang harus kita selesaikan, maka selesaikanlah dengan baik, jangan sampai dicampur dengan permasalahan di luar permasalahan dakwah yang sedang kita hadapi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai macam pengalaman, justru saat kita tidak bisa tawazun maka berbagai macam qadhoya mulai bermunculan… qadhoya tersebut akhirnya hanya akan menghambat perkembangan dakwah kampus dengan atau tanpa kita sadari. bukankah jika kehilangan seorang aktivis dakwah maka sedikit banyak akan menghambat pertumbuhan dakwah kampus?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;bagaimana caranya untuk bisa tawazun? ini yang butuh sikap konsistensi kita terhadap apa yang telah kita rancang. diatas ana telah sebutkan, bahwa ketika antum sedang menghadapi sebuah permasalahan maka curahkan semua perhatian hanya pada masalah yang bersangkutan, jangan dicampur aduk dengan yang lain. dan ingat akhi, jika kita bisa mempelajari sebuah permasalahan hanya 2 jam, maka jangan habiskan waktu 3 jam untuk menyelesaikannya ! Jika kita mampu menyelesaikan permasalahan organisasi hanya dengan 1 hari maka sekali lagi jangan habiskan waktu 2 hari untuk menyelesaikannya !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;sekarang berkembang sebuah permasalahan di kalangan aktivis, bahwa mereka mempunyai waktu yang sangat kurang dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. kalau menurut ana, hal itu tidaklah sepenuhnya benar. mari kita lihat ke belakang, seberapa efisienkan waktu yang telah kita pergunakan. tentu banyak sekali waktu yang kita buang percuma.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;lalu diantara ketiga itu mana yang penting ? tidak ada sesuatu hal yang menempati tingkatan lebih penting jika dibandingkan dengan yang lain. akhi fillah, dakwah adalah sebuah kewajiban hidup, tidak hanya bagi kita yang telah menamakan diri kita sebagai aktivis dakwah, bahkan seluruh ummat Islam pun diwajibkan untuk berdakwah…. “barangsiapa yang bangun di pagi hari dan tidak memperhatikan keadaan ummatku, maka sungguh dia bukan golonganku” hadist itu menjadikan bukti konkret bahwa dakwah adalah keniscayaan bagi seluruh ummat Islam apalagi kita, aktivis dakwah kampus!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;akademik dan skill, siapa yang bilang kalau itupun tidak wajib untuk kita pelajari. kita sedang kuliah di fakultas teknik, ada tuntutan lebih dari Islam terhadap kita. selain berdakwah, kita juga dituntut untuk mahir dalam bidang yang kita kuasai. sehingga nanti kita bisa menguasai dunia dengan ilmu yang kita miliki. Allahumma amien. ana membayangkan bagaimana kalau nanti kampus putih biru yang terletak jauh dari ujung bandung, melahirkan purnamahasiwa yang mengusai teknologi dengan sangat dan tidak pernah lupa mendirikan qiyamullail dan senantiasa berdakwah. Subhanallah ! bukankah itu azzam kita bersama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;ketika antum memasuki dunia kerja. ketiga hal itu pun sangat dipakai. jika antum mulai dari sekarang sudah berazzam untuk menjadi pegawai di sebuah perusahaan besar yang berskala nasional dan multinasional maka siapkan IPK minimal 3.00. saat itu antum akan merasakan bahwa IPK (akademik) sangat berperan. setelah antum menjadi pegawai, antum harus berinteraksi dengan rekan kerja yang lain, hal demikian harus antum lakukan untuk bisa dipromosi.. disnilah sangat dibutuhkan kemampuan managerial dari antum… mulai fase ini IPK sudah tidak begitu diperhatikan lagi karena yang diperhatikan adalah sejauh mana kecakapan antum dalam menyelesaikan pekerjaan dan kemampuan antum dalam berinteraksi dengan rekan kerja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;banyak orang terlena dengan kerjaannya… seluruh hidupnya seolah-olah hanya dihabiskan untuk mencari duit semata. bayangkan bangun jam 6 pulang sehabis isya tidakkah ini melelahkan. banyak diantara mereka yang kehilangan jatidiri mereka karena dunia telah menghiasi hidup mereka… saat inilah akhi fillah, tarbiyah sangat berperan. ruhiyah antum sangat berperan. tarbiyah yang baik akan mampu menjaga antum dari kejadian diatas. antum tetap akan menjadi seorang jundi yang sebenarnya mempunyai sebuah misi khusus dimanapun antum berada. sehingga antum akan sangat mudah menjadikan semua wasilah kerja untuk meningkatkan pertumbuhan dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;begitulah kira-kira akh… gambaran sinergisitas antara dakwah, akademik, dan skill semoga paparan singkat ini menjadi persiapan khusus buat antum yang sedang mengeluti permasalahan akademik dan dunia dakwah kampus…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;tetap istiqamah akh teruskan perjuangan yang telah diwarisi oleh generasi sebelumnya.. yakinilah setiap fase itu mempunyai permasalahan masing-masing yang hanya dapat diselesaikan dengan cara masing-masing. jangan memperbesar masalah yang kecil, jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk syuro, segeralah dalam melakukan amal, insya Allah dengan cara itu dakwah kampus akan berkembang dan semoga Allah mencatat amal dakwah antum sehingga antum dengan bangga dapat menunjukkannya di hadapan Allah ketika yaumul akhir kelak.. Allauhumma amien.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112233981783570292?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112233981783570292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112233981783570292&amp;isPopup=true' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112233981783570292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112233981783570292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/surat-kepada-adek-adek-tercinta.html' title='[*] Surat Kepada Adek-adek Tercinta : Sinergisitas antara amal dakwah, akademik, dan skill'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112199872506192973</id><published>2005-07-22T09:10:00.000+07:00</published><updated>2005-07-22T17:48:38.660+07:00</updated><title type='text'>[*] True Love Story : Rasulullah dan Shahabat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/1600/Nature%20055.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 149px; CURSOR: hand; HEIGHT: 97px" height="156" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/320/Nature%20055.jpg" width="228" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suatu ketika, sekelompok wakil dari suku-suku yang tinggal di daerah sekitar madinah melakukan tipu muslihat untuk mengurangi kekuatan Islam dan membalas dendam. mereka menghadap Nabi meminta untuk mengirimkan beberapa sahabat untuk menyiarkan Islam pada suku-suku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabi menyetujui permintaan mereka dan memilih beberapa sahabat untuk menjadi da’I sesuai permintaan mereka, rombongan tersebut meninggalkan madinah, ketika sampai di suatu tempat bernama raji’, para wakil suku tadi mewujudkan niat jahat mereka. Dengan bantuan suku Huzail, mereka memutuskan untuk menahan dan membunuh para utusan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Shafwan bin Umayyah, seorang kafir yang ayahnya tewas dalam perang Badar, membeli Zaid bin Dasinah untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Diputuskan bahwa Zaid harus digantung dihadapan banyak orang. Tiang gantungan didirikan di Tan’im, kaum Quraisy dan kawan-kawan mereka berkumpul disitu pada hari khusus tersebut, si pesakitan didirikan di tiang gantungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup Zaid tinggal beberapa menit lagi ketika Abu Sufyan, tokoh yang bekerja dari balik layar dalam segala urusan menoleh kepada Zaid seraya berkata “Saya bersumpah atas nama Tuhan yang kau percayai, kiranya engkau suka bila Muhammad yang terbunuh sebagai gantimu, sedang engkau bebas dan boleh pulang.” Zaid menjawab dengan gagah, “Saya bahkan tidak menghendaki sebatang duripun menusuk kaki Nabi, walaupun untuk itu saya akan bebas.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jawaban Zaid memberi efek besar kepada Abu Sufyan. Ia kagum akan ketulusan para sahabat Nabi. “Sepanjang hidup saya” katanya, “belum pernah saya melihat sahabat seseorang yang demikian berbakti dan siap berkorban seperti para sahabat Muhammad.” Segera setelah itu Zaid digantung, dia mengorbankan nyawanya demi Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allahumma shalli ‘ala Muhammad, mari kita barsalawat pada kekasih pilihan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana sahabat tidak mencintai Rasul sementara cinta Rasul begitu besar pada ummatnya. Seolah terngiang-ngiang di telinga kata-kata terakhir yang diucapkan Rasul “ummatiy.. ummatiy…”&lt;br /&gt;Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. Berkata: Jibril datang kepada Nabi SAW pada waktu yang tidak biasa datang dalam keadaaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW “mengapa aku melihat kau berubah muka?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jibril menjawab: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu disaat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu besar untuk bersuka ria sebelum ia merasa aman daripadanya…… neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari laki-laki maupun perempuan.”&lt;br /&gt;Nabi SAW bertanya : “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?” Jibril menjawab :”Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanannya 70.000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 lipat.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah SAW bertanya: ”siapakah penduduk masing-masing pintu?” Jibril menjawab: ”pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa as serta keluarga Fir’aun, sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat para Shobi’in bernama Saqar. Pintu keempat tempat iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama ladha. Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat orang nashara bernama sa’iir.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian Jibril diam karena segan pada Rasullahh SAW. Sehingga ditanya :”mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jibril menjawab: “Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka Nabi jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda : “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jibril menjawab: “Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.”Kemudian Nabi SAW menangis, lalu masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk shalat kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang lain dan bila shalat selalu menangis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allahumma shally ‘ala Muhammad, “Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya beshalawat atas Nabi, hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab:56) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasan yang bagaimanakah sehingga para sahabat tidak mencintai Rasul? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Khubaib adalah orang kedua setelah Zaid bin Dasinah yang di tawan para suku-suku pembelot pemerintahan Islam, dia ditahan untuk sementara, dewan Mekah kemudian memutuskan bahwa ia juga harus digantung di Tan’im. Ketika khubaib telah berdiri di sisi tiang gantungan, Khubaib meminta izin kepada para pejabat berwenang untuk mendirikan shalat. Setelah diizinkan, ia mendirikan shalat dua rakaat secara singkat dan sempurna. Kemudian ia berpaling kepada para pemimpin quraisy seraya berkata: “kalau bukan karena khawatir kamu akan mengira saya takut mati, saya akan shalat lebih banyak dan akan memperpanjang ruku’ dan sujud dalam shalat saya.” Kemudian ia menengadah ke langit seraya berkata, ya Allah ! kami melakukan kewajiban yang diamanatkan Nabi kepada kami.” Perintah diberikan, dan kubaib pun digantung. Sesaat sebelum mati ia berkata, “Ya Tuhan! Sampaikanlah kiranya salam saya kepadanya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah atas setiap detik waktu yang kita lewati, adakah jawaban yang lebih tepat mengapa Khubaib melakukannya kecuali cinta? Atas nama cinta para sahabat menjual diri dan harta mereka kepada Allah SWT. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terakhir…ada ungkapan cinta yang sangat saya suka dari seorang kawan (semoga beliau tidak keberatan saya menuliskannya disini untuk mengakhiri tulisan yang mungkin kecil dan tidak berharga ini)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku takut cintaku hanya sementara, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;maka aku mencintai keabadian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku takut mencintai yang fana,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;karena aku tak ingin kehilangan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkadang aku takut dicintai,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;karena aku khawatir tak bisa memberi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku takut mencintai, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;maka aku belajar memahami&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku mencintai ketakutanku,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sebab ia memberikan rasa aman&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku merasa tak aman saat mencintai apa yang tak kupahami&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku Tanya pada cintaku pada siapa ia mau berteman,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia katakan padaku ia mencintai SANG ABADI&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(untuk mereka yang mendamba cinta-NYA).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112199872506192973?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112199872506192973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112199872506192973&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112199872506192973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112199872506192973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/true-love-story-rasulullah-dan.html' title='[*] True Love Story : Rasulullah dan Shahabat'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112182665687636324</id><published>2005-07-20T09:23:00.000+07:00</published><updated>2005-07-20T09:33:20.740+07:00</updated><title type='text'>[^] Tidak Lebih dari Sekedar Tempat Bermain</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/1600/Nature%20039.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 161px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" height="121" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/320/Nature%20039.jpg" width="161" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Dunia ini, panggung sandirawa...."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;begitulah kira-kira kutipan dari sebuah lagu jaman dulu yang sempat menjadi lagu kegemaran anak muda saat itu. terkadang kalau saya berpikir, petikan lagu itu tidak ada salahnya malah sangat tepat. karena Allah sendiri telah memperingatkan kepada kita "Sesungguhnya dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah permainan, tentu lengkap dengan lakonnya. pada kesempatan kali ini saya mencoba memberikan perumpamaan secara sangat sederhana dari kata permainan yang saya pahami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menonton film, terkadang kita merasa begitu nyaman dan senang sekali melihat seorang aktor yang kita senangi memerankan peran protagonis, sosok yang kaya, baik hati, ramah, dan terkadang tampilan fisiknya diatas rata-rata menurut penilaian manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu pula sebaliknya, kita terkadang jengkel dan marah saat melihat aktor yang berperan antagonis, terlebih aktor itulah yang menjadi musuh bebuyutan aktor kesenangan kita. rasa kesal yang mendalam melupakan kita bahwa itu hanyalah sebuah film belaka, it's just a film ! tidak lebih. tapi kita dikendalikan oleh skenario sutradara yang luar biasa piawainya dalam merancang sebuah film sehingga terlihat sungguh teramat dramatis dan begitu nyata !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ketika adanya penganugerahan bintang film. Ketika memberikan nilai kepada para pemain film, sang juri tentu tidaklah begitu memperhatikan bahwa seorang pemain tersebut berperan antagonis atau protagonis, tapi sisi yang dinilai adalah sejauh mana dia profesional dengan perannya. kalaulah dia berperan sebagai antagonis, sebagus apa perannya… sehingga membuat objek akan terbawa dalam sisi pandang seolah-olah nyata. sehingga jelas, bukan jenis peran apa yang membuat seorang aktor mendapatkan award, tapi sejauh mana kepiawaiannya dalam memerankan perannya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika dulunya saya masih kecil, saya sering menonton film siti nurbaya, sebuah film religius yang dikemas dalam bentuk sederhana tetapi komplit dalam segi realita kehidupan, persaingan, dan permusuhan.&lt;br /&gt;saat itu saya mendengar kalau datuk maringgih dicerca orang padang pada saat mengunjungi propinsi itu. hal ini karena, sebagian besar masyarakat padang terpengaruh dengan peran antagonis yang diperan oleh datuk maringgih dalam film siti nurbaya tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Heran, padahal itu adalah sebuah film… tapi lihatlah betapa hebatnya peran seorang datuk maringgih sehingga mengubah persepsi masyarakat bahwa itu bukanlah sebuah film semata ! sehingga tidak salah kalau kita mengatakan bahwa datuk maringgih adalah 'man of the match' nya film siti nurbaya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kehidupan,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah menciptakan manusia dengan berbagai macam perbedaan. ada yang kaya dan ada yang miskin, ada yang seolah-olah dari kehidupan dunianya sangat lapang rejekinya ada yang tidak, ada yang lancar pada semua permasalahan dunianya ada yang tersendat-sendat sesekali, ada yang terseok berulang kali bahkan ada yang mengklaim bahwa selama di dunia dia tidak pernah bahagia. great, luar biasa! Terhadap hal ini saya melihat bahwa permasalahan diatas tak lebih dari sekedar film siti nurbaya…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semuanya ibarat sebuah film panjang, kita aktornya dan Allah sutradaranya dan Allah juga sebagai penilainya !&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah selaku penilai, tentu tidak akan melihat hamba ini kaya atau tidak, hamba ini bodoh atau tidak, hamba ini menjadi karyawan di perusahaan besar atau tidak, tidak sama sekali ! Allah akan melihat sejauh mana hamba-Nya ini memainkan peran dengan benar sesuai dengan skenario yang benar yang Allah sudah firmankan dalam Al-quran. "Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu." Dialah pemenang award nanti di yaumil akhir&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika hamba-Nya memainkan peran selaku orang kaya, dalam skenario Allah menyuruh agar dia menafkankan hartanya di jalan Islam, menyantuni anak yatim, dan tidak pelit.&lt;br /&gt;ketika seorang hamba memerankan sebagai fakir miskin, Allah menyuruh dia agar bersabar, tidak menggadaikan keimanan dengan harta dan memperbanyak doa.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan sebagian manusia yang sedang terjebak dalam sebuah masalah (yang menurutnya sangat pelik), dalam skenario Allah, hamba ini disuruh untuk bersabar dan terus beihktiar… tentu bukanlah hasil akhir yang akan dinilai oleh Allah karena memang hal itu adalah hak priorigatifnya Allah tapi seberapa besar usaha sang hamba dalam menjalankan skenario Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Subhanallah….&lt;br /&gt;Saudaraku, apa sih yang menjadi permasalahan kita sekarang ini.. seberapa besar apakah itu? cobalah berhenti sejenak merenungi kembali apakah permasalahan sekarang ini benar-benar pelik atau persepsi kita sendiri terhadap sebuah permasalahan itu yang membuat akhirnya sebuah perusahaan simple menjadi begitu complicated. bukankah itu hanya skenario dari Allah.. dan Allah telah memerintahkan kita untuk bersabar dalam menghadapi semua permasalahan hidup. Dan Allah juga yang telah berjanji bahwa tidak ada satu beban pun yang ditimpakan kepada makhluk-Nya melebihi dari kadar kemampuan sang makhluk. Artinya, semua dari kita pasti bisa menuntaskan semua permasalahan kita... tinggal kita mau bersabar atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mainkan peran kita sesuai dengan skenario Allah….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112182665687636324?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112182665687636324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112182665687636324&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112182665687636324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112182665687636324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/tidak-lebih-dari-sekedar-tempat.html' title='[^] Tidak Lebih dari Sekedar Tempat Bermain'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112165232551651026</id><published>2005-07-18T09:03:00.000+07:00</published><updated>2005-07-20T09:39:32.436+07:00</updated><title type='text'>[+] Renungan 90 % vs 10 %</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/320/ikhwan.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dear all friends,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Baca yang khidmat dan resapi renungan ini. Rahasia 90/10 memang luar biasa! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa Rahasia 90/10? 10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita. 90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi/memberi respon. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang menimpa kita. Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. Seorang supir mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. Kita tidak punya kontrol atas hal yang 10% ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang 90% lagi berbeda. Kita menentukan yang 90%!Bagaimana? Dengan reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita. Jangan biarkan orang lain mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan reaksi! kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari lihat sebuah contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sedang sarapan bersama keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan secangkir kopi ke kemeja kerja mu. Kamu tidak dapat mengendalikan apa yang telah terjadi itu.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan oleh bagaimana kamu bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu mengumpat, lalu dengan kasar memarahi adik mu yang menumpahkan kopi. Dia menangis. Setelah itu, kamu melihat ke istrimu, dan Mengkritiknya karena telah menaruh cangkir kopi terlalu dekat dengan tepi meja. Pertempuran kata-kata singkat menyusul. Kamu naik pitam dan kemudian pergi mengganti kemeja. Setelah itu kamu kembali dan melihat adik perempuan mu sedang Menghabiskan sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke sekolah. Dia ketinggalan bis sekolah. Istrimu harus segera berangkat kerja. Kamu segera menuju mobil Dan mengantar adik mu ke sekolah.Karena kamu terlambat, kamu meng! endarai mobil melewati batas Kecepatan maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar tilang, kamu tiba di sekolah. Adikmu berlari masuk. Kamu melanjutkan perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit, dan kamu baru sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal. Hari-mu begitu buruk.Kamu ingin segera pulang. Ketika kamu pulang, kamu menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan istri dan adikmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena reaksimu pagi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hari mu buruk?&lt;br /&gt;a) Karena secangkir kopi yang tumpah?&lt;br /&gt;b) Kecerobohan adikmu?&lt;br /&gt;c) Polisi yang menilang?&lt;br /&gt;d) Karena dirimu sendiri?&lt;br /&gt;Jawaban-nya adalah &lt;strong&gt;D&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi itu. Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian itu, yang menyebabkan hari mu menjadi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang mungkin terjadi jika kamu bereaksi dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu su! dah siap menangis. Kamu dengan Lembut berkata : "Tidak apa-apa sayang, lain kali kamu lebih hati-hati ya". Kamu pergi mengganti kemejamu dan dan tidak lupa mengambil tas kerjamu. Kamu kembali dan melihat adikmu sedang naik ke dalam bus sekolah. Istrimu menciummu sebelum kamu berangkat kerja. Kamu tiba di kantor 5 menit lebih awal, dan dengan riang Menyalami para karyawan. Atasanmu berkomentar tentang bagimana baiknya hari ini buat mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena REAKSI kita. Sungguh kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi.Tapi yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa !!! Have a Nice DAY !!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112165232551651026?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112165232551651026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112165232551651026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112165232551651026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112165232551651026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/renungan-90-vs-10.html' title='[+] Renungan 90 % vs 10 %'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112138965707380977</id><published>2005-07-15T08:02:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T10:35:02.776+07:00</updated><title type='text'>[*] Tentang Partai Dakwah Yang Kita Kenal Itu...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/1600/keadilan.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3906/890/320/keadilan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apa yang istimewa dari partai (baca : PKS ) ini? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itu pertanyaan yang bertubi-tubi dipertanyakan oleh para politikus sesaat setelah mengetahui hasil pemilihan umum legislatif satu tahun yang lalu. Bagaimana tidak, partai kecil ini seolah-olah mampu mengubah perpolitikan di indonesia. masih teringat jelas di benak para pimpinan partai ketika didatangi oleh ahli statistik menjelang pemilu legislatif, mereka mengestimasikan PKS tidak akan mampu memperoleh suara melebihi dari 3%. Anis matta sendiripun tidak menargetkan perolehan yang muluk-muluk, dia mengestimasi suara yang akan diperoleh oleh partai dakwah ini hanya berkisar 3 sampai dengan 8 persen. JIka boleh jujur, sebenarnya angka 3% pun sudah terlalu sulit untuk diwujudkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya begitulah, kalkulasi manusia terkadang sangat berbeda dengan Allah. Hasil akhir pemilu legislatif mencengangkan semua pihak bahkan para pimpinan partai dakwah sekalipun. Subhanallah, maha suci Allah, teringat kembali bagaimana keletihan yang telah dipersembahkan ketika melakukan direct selling, ketika menyisihkan sebagian -- bahkan seluruh -- pendapatan mereka untuk dana kampanye, isak tangis di tengah teriknya sinar matahari ketika mendengar orasi dari para asatiz (ustad-ustad), berjaga di tengah malam ketika menjelang pemilu, sampai menjadi saksi sampai tengah malam. segala keletihan itu telah sirna seketika, berganti dengan teriakan tasbih, tahmid, dan istighfar tepat seperti yang digambarkan Allah dalam surat al-fath. peristiwa itu mengingatkan saya peristiwa fath makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiperbolik, ya memang ! sangat kecil kiranya jika membandingkan perolehan yang -- hanya -- baru 8% itu dengan peristiwa fath makkah dan karena itu pulalah kesenangan itu segera berakhir, para prajurit partai dakwah segera disadarkan bahwa perjuangan ini belum apa-apa, masih sangat jauh dari tujuan akhir yang ingin dicapai. "Faidza faraghta fansab" dan apabila kamu telah selesai mengerjakan sebuah pekerjaan maka segeralah mengerjakan pekerjaan yang lain. hanya berselang beberapa hari setelah pemilu, para prajurit partai dakwah kembali disibukkan dengan agendanya masing-masing seperti perluasan dakwah di tingkat sekolah, perbaikan dan pembinaan dakwah di kampus-kampus, pengadaan ta'lim-talim keagamaan di tengah-tengah masyarakat. Capek? pasti, dan bukankah itu lumrah? tapi bukankah janji Allah lebih pasti?&lt;br /&gt;kembali ke pertanyaan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang istimewa dari partai ini? tidak ada sepertinya yang terlalu istimewa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai inilah sebagai satu-satunya partai yang berani memakai azas Islam. Islam yang ditampakkan sangat elegan jauh dari stigma kontraproduktif yang berkembang saat ini, bahwa Islam mengajarkan kekerasan, bahwa Islam mengajarkan terorisme... Dia hadir sebagai 'pemurni' bagi persepsi dunia internasional terhadap Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa asal-usulnya, partai ini juga yang mengadakan demo besar-besaran tentang pembebasan bangsa falestiin. bagaimana tidak aneh, sebuah partai lokal mengadakan demo untuk bangsa yang sangat jauh di belahan bumi ujung sana. kalau partai ini bertujuan untuk menguasai kekuasaan dalam negeri unsich, bagaimana mungkin mengadakan demo untuk pembebasan bangsa falestiin ! Inilah kita kenal dengan universalisasi perjuangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai inilah yang dengan tegas menolak pemberlakukan piagam jakarta di tengah gencarnya partai berbasis Islam lain untuk kembali ke piagam jakarta. semua kalangan Islam terpana lebih tepatnya mencomooh. tapi apa jawaban dari para pimpinan partai dakwah ini. mereka memberikan argumen yang menunjukkan sebuah visi perjuangan jangka panjang, kita tidak menginginkan piagam jakarta berlaku di tanah air, yang kita inginkan adalah piagam madinah, karena piagam madinah lebih solutif dan akan melindungi penganut agama lain dalam menjalankan ajaran agamanya. jawaban yang cerdas !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menghebohkan, ditengah arus usulan kenaikan gaji oleh BRUT DPR RI beberapa hari terakhir, justru partai ini yang dengan tegas menolak usulan tersebut. sudah kayakah mereka? ah saya pikir tidak, bahkan sebaliknya. jika anda menemukan seusai jam dewan, ada anggota dewan yang sedang menunggu bus kota, maka dialah salah satu anggota dewan dari fraksi partai dakwah ini. sosok yang teramat unik di tengah gemerapnya kehidupan anggota dewan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, dialah partai yang sangat solid dewasa ini. tidak percaya? pernahkan anda mendengar tentang pertarungan perebutan puncuk pimpinan sebagaimana yang telah terjadi pada partai lain? atau yang lebih simple, cobalah perhatikan seluk beluk perilaku para kader partai dakwah ini... anda akan menemukan mereka banyak kesamaannya, mulai dari penampilan fisik mereka, sampai kepada jenis al-quran yang mereka gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu hal, partai ini tentu tidak mungkin lepas dari kesalahan karena mereka semua hanya manusia bukan malaikat. tapi mereka bukan pula sekumpulan syaithan yang senantiasa berbuat salah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menutup tulisan ini, kepada para prajurit atau simpatisan partai dakwah dimanapun kalian berada, izinkanlah saya mengutip sebuah lirik dari seorang munsyid sekaligus ustadz kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;"faidza faraghta fansab waila rabbika farghab"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah ! Perjuangan kita untuk mengembalikan izzah&lt;br /&gt;sejak runtuhnya supremasi kedaulatan ummat di Turki&lt;br /&gt;delapan dasawarsa yang lalu hingga kini terus bergelora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rentan waktu itu,&lt;br /&gt;kita pun menyaksikan dan merasakan&lt;br /&gt;betapa kerasnya berbagai rintangan yang menghadang&lt;br /&gt;kegagalan ataupun keberhasilan pada satu fase dakwah,&lt;br /&gt;seringkali melumpuhkan semangat kita untuk terus berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan atau keberhasilan bukanlah isyarat&lt;br /&gt;untuk berhenti berjuang.&lt;br /&gt;Dan seharusnya kita terus berjuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan untuk tegaknya keadilan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;harus terus melaju melanglang buana&lt;br /&gt;menembus batas batas geografis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa palestina mengajari kita, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bagaimana seharusnya kita berjuang.&lt;br /&gt;Pengusiran, penangkapan, sampai pembantaian&lt;br /&gt;tak pernah mampu menahan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;laju perjuangan mereka untuk terus mengusir&lt;br /&gt;yahudi sang penjajajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tidak boleh berhenti berjuang,&lt;br /&gt;Karena seharusnya kita TAK KENAL HENTI&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA DEMIKIAN, APAKAH ADA YANG DAPAT MENGHENTIKAN LANGKAH KITA UNTUK TERUS BERJUANG !! TIDAK ! TIDAK AKAN PERNAH ADA !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;pasca kemenangan pilkada yang diraih PKS sebanyak 33 kabupaten/kota dari 161 kabupaten/kota di seluruh Indonesia (urutan ke-3 setelah Golkar dan PDIP)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112138965707380977?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112138965707380977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112138965707380977&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112138965707380977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112138965707380977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/tentang-partai-dakwah-yang-kita-kenal.html' title='[*] Tentang Partai Dakwah Yang Kita Kenal Itu...'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112122626296279759</id><published>2005-07-13T10:36:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T08:59:39.780+07:00</updated><title type='text'>[+] Bersyukur Dengan Apa Yang Ada</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kutipan cerita dibawah ini,insya Allah memberikan makna, bahwa kita mestinya harus bersyukur pada "apayang telah kita dapatkan".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakitjiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambilmenggumam, "Lulu, Lulu." Seorang pengunjung yangkeheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelahcintanya ditolak oleh Lulu."Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sellain ia terkejut melihat penghuninya terus menerusmemukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu,Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?tanyanya keheranan.Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnyamenikah dengan Lulu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;=====================&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kata-kata diatas merupakan wujud syukur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SYUKUR MERUPAKAN KUALITAS HATI YANG TERPENTING. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai,tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada 2 hal yang sering membuat kita tak bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;1. KITA SERING MEMFOKUSKAN DIRI PADA APA YANG KITAINGINKAN, BUKAN PADA APA YANG KITA MILIKI. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Katakanlahanda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaantetap, dan pasangan yang terbaik.Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhiberbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ORANG YANG "KAYA" BUKANLAH ORANG YANGMEMILIKI BANYAK HAL, TETAPI ORANG YANG DAPAT MENIKMATIAPAPUN YANG MEREKA MILIKI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan inidengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkanyang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.&lt;br /&gt;Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengarang pernah mengatakan, "MENIKAHLAHDENGAN ORANG YANG ANDA CINTAI, SETELAH ITU CINTAILAH ORANG YANG ANDA NIKAHI." Ini perwujudan rasa syukur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. KECENDERUNGAN MEMBANDING-BANDINGKAN DIRI KITADENGAN ORANG LAIN.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai,lebihtampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;br /&gt;Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satuangkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannyamelebihi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUMPUT TETANGGA MEMANG SERING KELIHATAN LEBIH HIJAUDARI RUMPUT DI PEKARANGAN SENDIRI.&lt;br /&gt;HIDUP AKAN LEBIH BAHAGIA KALAU KITA DAPAT MENIKMATIAPA YANG KITA MILIKI. KARENA ITU BERSYUKUR MERUPAKANKUALITAS HATI YANG TERTINGGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karenadapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupunmati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena sayaakan berjumpa dengan anak pertama saya di surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[syukron kepada **s** atas email ini]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112122626296279759?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112122626296279759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112122626296279759&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112122626296279759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112122626296279759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/bersyukur-dengan-apa-yang-ada.html' title='[+] Bersyukur Dengan Apa Yang Ada'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112113021281649534</id><published>2005-07-12T07:59:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T09:00:27.736+07:00</updated><title type='text'>[^] Sepuluh Sebab Doa Kita Tertahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;saudaraku, tulisan dibawah agak panjang. Tapi saya menyarankan agar kita menyediakan waktu barang 10 menit untuk membaca seluruhnya...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Al-quran, " ud-'uuny astajib lakum", Berdoalah padaku niscaya aku akan mengabulkan doamu. pertanyaan kita selanjutnya adalah, mengapa sering sekali kita berdoa, tapi apa yang kita doakan itu belum kunjung dikabulkan oleh Allah? ada beberapa hal yang menghalangi doa kita tersebut teristijabah (dikabulkan) oleh Allah. Hal tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita mengaku mengenali Allah tetapi kita tidak memenuhi hakNya (Mengikuti segala suruhan dan meninggalkan larangannya)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin kita menuntut hak kita kepada Allah padahal kita sendiri belum melaksanakan hak Allah yang sekaligus merupakan kewajiban bagi kita. kita sebagai hamba terkadang sangat egois, mengharapkan segala yang menjadi harapan kita segera dikabulkan oleh Allah, dan terkadang terkesan sangat memaksa kepada Allah agar Allah segera mengabulkan doa kita padahal kita jarang shalat, kalaupun kita sering shalat mari kita perhatikan kualitas shalat kita, waktu shalat kita yang terkadang injury time, dan terkadang hanya butuh waktu sekitar 2 sampai 3 menit untuk menyelesaikan shalat kita. kita harusnya ingat, bahwa ALlah maha melihat atas apa yang ada dalam hati kita dan Allah juga maha melihat sejauh apa keikhlasan kita dalam beramal kepada Allah. Lalu, jika yang kita persembahkan kepada Allah adalah sisa-sisa waktu kita setelah dikurangi dengan kesibukan dunia, maka apakah salah bagi Allah jika Allah membalas dengan serupa ? Dan terkadang kita pun sangat susah dalam melaksanakan perintah Allah yang lain, lihatlah seberapa banyak sedeqah yang sudah kita keluarkan, seberapa banyak puasa yang telah kita laksanakan dengan benar, seberapa banyak anak yatim yang telah kita santuni, astaghfirullah, rupanya begitu banyak hak Allah yang belum kita laksanakan. Allahummaghfirlana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita mengaku mencintai Rasulullah tapi kita tidak pernah mengikuti sunahnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan cinta kepada Rasul tidak cukup sebatas lisan tapi harus ada realisasi amal. kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah harusnya kita juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasul, dan segala apa yang disenangi oleh Rasul maka itu menjadi kesenangan kita juga, begitu juga dengan segala ketidaksenangan Rasul maka itu harus juga menjadi ketidaksenangan kita. sekarang mari sama-sama kita menelaah kembali terhadap sunnah-sunnah Rasul, sejauh mana kita telah melaksanakannya. Rasul senantiasa memerintahkan kita agar kita saling bersilaturahiim, berlaku baik terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita, menyantuni anak yatim, dsb sangat banyak sekali amalan yang dianjurkan oleh Rasul. dan yang paling utama adalah kalaulah kita mencintainya, seberapa banyak kita bershalawat kepadanya dalam setiap hari? Padahal, bukankah shalawat kita itu akan menyelamatkan jiwa kita di yaumil akhir kelak, karena Rasul akan menolong ummatnya yang senantiasa mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita membaca al-Quran tapi kita tidak mengamalkan isi kandungannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Astaghfurullah, ah bagaimana kita mau mengamalkannya kalau membacanya saja sangat jarang, kita lebih senang membaca buku cerita daripada Al-quran, kita lebih senang menonton daripada membaca Al-quran, kalaupun membaca kita tidak mengetahui kandungan didalamnya karena kita tidak membeli Al-quran yang ada terjemahannya. Inilah yang harus menjadi tamparan keras pada kita semua, seberapa banyak dalam hari kita, kita luangkan waktu untuk membaca dan memahami Al-quran untuk kemudian melaksanakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita mengaku bahwa syaitan adalah musuh kita tapi kita patuh padanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan segala yang dilarang oleh Allah bukankah kita telah melaksanakan perintah syaithan ! Kita paham bahwa syaithan pulalah sebagai tokoh utama yang akan menjerumuskan kita ke neraka, tapi kita sangat enjoy dalam melaksanakan kemaksiatan. semoga kita diberi kekuatan oleh ALlah untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allahumma amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita berdoa memohon dijauhkan api neraka tapi kita mendekatinya dengan selalu membuat maksiat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini... terkadang kami melaksanakan maksiat kepada-Mu tapi kami tidak mau mengakui bahwa ini adalah laranganmu, nasehat teman kami senantiasa kami lawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita berdoa semoga dimasukkan dalam syurga tapi kita tidak berusaha untuk masuk ke dalamnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kini kami benar-benar mengakui segala kelemahan kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita mengetahui bahwa kematian itu pasti tetapi kita tidak bersiap sedia untuknya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbii jangan engkau cabut nyawa kami sebelum kami bertaubat, sebelum kami melaksanakan semua perintah-Mu, Ya ALlah kami mengetahui bahwa azab-Mu adalah benar, dan janji-Mu adalah benar, jauhkan kami dari azab-Mu ya Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita selalu membuka keaiban saudara kita tapi kita tidak melihat keaiban diri kita sendiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa banyak aib saudara kita yang kita buka di hadapan orang lain, dan terkadang kita sangat sengaja melakukannya, agar dia malu dan kita sangat senang melihat harga dirinya jatuh. Naudzubillah. Padahal janji Allah, Allah akan membuka aib seorang hamba di hari kiamat yang senantiasa membuka aib saudaranya. Tidak cukupkah dengan aib diri kita yang demikian banyak, harusnya kita lebih sibuk untuk memperbaiki aib kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita memakan segala rezeki dan nikmat Allah tapi kita tidak mahu mensyukurinya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat sering mengeluh kepada Allah tentang pekerjaan kita, gaji kita, mengapa nasib kita lebih jelek dari seseorang... Ya Rabb, ampuni kami. Harusnya kita mensyukurinya karena memang masih banyak orang lain yang berada dalam strata yang lebih rendah dari kita. Lihatlah ke sekitar kita maka kita akan menjumpai banyak orang tua yang tidak makan, anak-anak yang kelaparan, dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita mengebumikan orang yg meninggal dunia tapi kita tidak mengambil pelajaran darinya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah berikanlah kami kekuatan untuk memahami setiap hikmah yang telah Engkau berikan dalam bentuk kejadian-kejadian tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah, sekarang layakkah kita pertanyakan kepada Allah mengapa doa kita tak kunjung diterima oleh Allah ? Rasanya malu sekali, mungkin tidak ada pilihan lain bagi kita selain berbenah diri sesegera mungkin sebelum maut mendahului. Mulai sekarang marilah kita sediakan waktu khusus kepada Allah untuk mengabdi kepada-Nya, bukan waktu sisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112113021281649534?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112113021281649534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112113021281649534&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112113021281649534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112113021281649534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/sepuluh-sebab-doa-kita-tertahan.html' title='[^] Sepuluh Sebab Doa Kita Tertahan'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112104442985826336</id><published>2005-07-11T08:06:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T09:00:41.893+07:00</updated><title type='text'>[*] Tetaplah Disini Saudaraku...!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Teruntuk seluruh saudaraku wabil khas buat ana sendiri..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saudaraku di bandung dan saudara baruku di jakarta, entahlah terkadang perjalanan yang jauh dan tidak pernah berakhir ini sering membuat kita lelah, capai, dan benar-benar letih. Hatta, keletihan itu sendiri terkadang tidak bisa digambarkan dengan visualisasi tertentu. Fase-fase inilah yang teramat sangat kita takutkan, kita khawatir suatu saat nanti kita tidak dapat lagi merasakan indahnya ber-Islam, indahnya berukhuwah, dan indahnya beribadah kepada Allah. Kita juga mengkhawatirkan terjadinya disorientasi dalam dakwah yang sedang kita rancang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apapun ceritanya, ana, antum, dan seluruh ikhwah di bumi belahan manapun dia berada... mari kita berazzam agar kita tetap dan akan selalu senantiasa berada dalam rumah besar TARBIYAH ini...Allahumma amien&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tetaplah disini saudara/i ku...........Dijalan keimanan ini........dijalan keislaman ini................Tetaplah bersama-sama meniti jalan ini.........sampai usai.............Kita semua mungkin sudah letih....Karena perjalanan ini amat panjang dan berliku......Tapi .... bersiaplah disini.......Jangan sekali-kali kita menjauh......Yakinlah kenikmatan pengorbanan yang kita teguk di jalan ini....Jauh lebih banyak ... ketimbang yang dilakukan orang-orang lalai itu ......Keindahan disini.... jauh lebih indah dari pada keindahan yang dibanggakan oleh orang-orang lalai itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Saudara/i ku ...................Kita memperoleh puncak obsesi dan keinginan disaat kita mendapatkan ujian....Keinginan kita adalah apa yang dapat kita berikan untuk ISLAM dan kaum muslimin......Kegembiraan kita adalah bagaimana melihat hasil perjuangan da’wah kepada ummat.....Obsesi kita adalah bagaimana bisa berbuat lebih banyak untuk ummat.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terangilah hati dan jiwa kita untuk tetap bersama... Saudara/i ku....Karena dengan itu eksistensi ukhuwah akan lebih terasa dan lebih indah......Hapuslah dzhon-dzhon yang ada dalam diri kita semua..............Jangan cepat menyerah, putus asa, frustasi, apalagi cepat marah ......Karena itu semua tak pernah membawa kita untuk mencapai kedudukan yg lebih tinggi....Bukankah semua posisi yang lebih mulia selalu dicapai lewat pengorbanan yang luar biasa ????........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah disini saudara/i ku...........Tetaplah di jalan ini .... jalan keislaman ......... jalan keimanan..........Tetaplah di jalan ini..........Walau hati ini perih........walau jasad ini sakit....Tetaplah di jalan ini ..............Walau remuk tulang-tulang kita........ walau runtuh sendi-sendi kita.........walau habis cucuran keringat darah dan air mata kita.............Tetaplah di jalan da’wah ini............Walau berkorban perasaan .............. walau pahit menerima kenyataan.........&lt;br /&gt;Saudara/i ku..................Jalan yang kita tempuhi memang berat.........penuh dengan tantangan, hambatan, ancaman ,godaan......Banyak yang kita temui di jalan ini........Yang meninggikan asa dan harap kita..............Namun terkadang menghempaskan batin dan jiwa kita.............Akan banyak yang kita temukan........idealisme dan realitas bertempur, berperang, jauh masuk ke relung hati kita..............Hingga akhirnya jiwa kita harus mengalah...apabila realitas jauh dari angan........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah disini Saudara/i ku................Kita akan memulai perjalanan yang lebih mendaki dan terjal...............Tapi disanalah kita berharap bisa merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan.............Maka ucapkanlah “Alhamdulillah” atas semua keadaan yang kita alami.........Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112104442985826336?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112104442985826336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112104442985826336&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112104442985826336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112104442985826336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/tetaplah-disini-saudaraku.html' title='[*] Tetaplah Disini Saudaraku...!'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112044382411978128</id><published>2005-07-04T09:21:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T09:00:55.060+07:00</updated><title type='text'>[*] Seorang Ikhwan yang Sejati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibu,ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sang Ibu tersenyum dan menjawab... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan Sejatibukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapidari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yanglantang, tetapi dari kelembutannya mengatakankebenaran.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabatdi sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnyapada generasi muda bangsa ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana diadi hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana diadihormati didalam rumah... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnyapukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahamipersoalan...Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yangbidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknyaakhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadapakhwat yang dicintainya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbelyang dibebankan, tetapi dari tabahnya diamengahdapi lika-liku kehidupan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnyamembaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya diamenjalankan apa yang ia baca.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;setelah itu, ia kembali bertanya..." Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu,Ibu ?"Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajaritenteng dia..." ia pun mengambil buku itu"&lt;strong&gt;MUHAMMAD&lt;/strong&gt;", judul buku yang tertulis di buku itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112044382411978128?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112044382411978128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112044382411978128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112044382411978128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112044382411978128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/seorang-ikhwan-yang-sejati.html' title='[*] Seorang Ikhwan yang Sejati'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112044335636179734</id><published>2005-07-04T09:15:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T09:01:08.886+07:00</updated><title type='text'>[+] Jikalah Pada Akhirnya...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu padaakhirnya,Maka mengapa tidak dinikmati saja,Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalupada akhirnya,Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masalalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu padaakhirnya,Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,Sedang taubat itu lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu padaakhirnya,Maka mengapa mesti membusung dada dan membuatkerusakan di dunia,Sedang dengannya manusia diminta memimpin duniaagar sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nanti,Saat semua telah menjadi masa laluAku ingin ada di antara merekaYang bertelekan di atas permadaniSambil bercengkerama dengan tetangganyaSaling bercerita tentang apa yang telahdilakukannya di masa laluHingga mereka mendapat anugerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita,namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur danbersabar.Dan ternyata, derita itu hanya sekejap sajadan cuma Seujung kuku, di banding segala nikmatyang kuterima di sini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi,namun aku bertobat dan tak mengulang lagi hinggamaut menghampiri.Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam raya,hingga sekarang aku berbahagia)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nantiKetika semua telah menjadi masa laluAku tak ingin ada di antara merekaYang berpeluh darah dan berkeluh kesah:Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[(Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga,ilmu yang kukejar setinggi langit,kini hanyalah masa lalu yang tak berarti.Mengapa dulu tak kubuat menjadi amal jariah yangdapat menyelamatkanku kini?)--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani,ternyata hanya sekejap sajadibanding sengsara yang harus kuarungi kini.Mengapa aku dulu tak sanggupbersabar meski hanya sedikit jua?)]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112044335636179734?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112044335636179734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112044335636179734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112044335636179734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112044335636179734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/jikalah-pada-akhirnya.html' title='[+] Jikalah Pada Akhirnya...'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112018486197572980</id><published>2005-07-01T09:23:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T09:01:25.363+07:00</updated><title type='text'>[+] Tentang Tipical Manusia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara semua ciptaan-Nya, karena beban yang akan diemban oleh manusia pun tidak kecil... Menjadi Khalifah bagi alam semesta, bukankah ini beban yang teramat sangat berat !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada 3 tipe manusia melihat sebuah kesempatan. Dalam pepatah mandarin dikatakan : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang yang lemah, menunggu kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, diaakan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itudatang, Bila ditunggu kesempatan belum juga datang,dia berpikir, yah.... Ini memang nasibku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tipe kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara,kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tipe ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentukesempatan itu datang untuk kedua kali. Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita perlumenunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif,sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan. Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus,kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapanmenunggu kesempatan tikus keluar dari lubangpersembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akansegera menyergap mangsanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan 3 hal yang di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukansecara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitukesempatan tercipta langsung dimanfaatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesempatan merupakan salah satu factor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kitabisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belumdatang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan didalam kesulitan pun, jika kita punya keuletan untukberusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pastiakan datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti yang tersapat dalam Quran : "&lt;strong&gt;Di dalam setiap kesulitan terdapat kemudahan(kesempatan).&lt;/strong&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pastikan dengan segenap kreatifitas, kerja keras,keuletan dan niat baik kita ciptakan kesempatan,manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan dirisemaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebihbaik, lebih sukses, dan lebih berarti !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112018486197572980?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112018486197572980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112018486197572980&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112018486197572980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112018486197572980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/07/tentang-tipical-manusia.html' title='[+] Tentang Tipical Manusia'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11132439.post-112011033670749643</id><published>2005-06-30T12:42:00.000+07:00</published><updated>2005-07-15T09:01:40.766+07:00</updated><title type='text'>[+] Yang Kita Ketahui Tentang Waktu...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang pertama: Hari kemarin. (PAST)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang kedua: Hari esok. (FUTURE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hingga mentari esok hari terbit,Anda tak tahu apa yang akan terjadi.Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.Esok hari belum tiba; biarkan saja...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(PRESENT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pintu masa lalu telah tertutup;Pintu masa depan pun belum tiba.Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskanketakutan akan esok hari.Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati danrasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,karena mungkin besok cerita sudah berganti.Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan padaorang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakahdiri anda sendiriJadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masadepan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;The day will come when you will review your lifeand be thankful for every minute of it.Every hurt,every sorrow, every joy, everycelebration, every moment of your life will be a treasure.This is why today is called a PRESENT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11132439-112011033670749643?l=anugrah-sp.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/feeds/112011033670749643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11132439&amp;postID=112011033670749643&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112011033670749643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11132439/posts/default/112011033670749643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anugrah-sp.blogspot.com/2005/06/yang-kita-ketahui-tentang-waktu.html' title='[+] Yang Kita Ketahui Tentang Waktu...'/><author><name>myifaasp</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/img/296/6650/640/Anug%20nitip.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry></feed>
